Pembangunan Jembatan Salimbatu dan Jembatan Tias Dilanjutkan2011-05-31 00:05:22
TANJUNG SELOR, Proyek Pembangunan Jembatan Salimbatu yang dibangun sejak Desember 2007 dengan menggunakan biaya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Bulungan sebesar Rp 26 milliar kini pembangunannya dilanjutkan kembali. Jembatan Salimbatu dengan panjang 180 meter yang di bangun diatas sungai pimping dengan klasifikasi tipe B tersebut dikerjakan perusahaan kontraktor PT Prima Warna Tama ini, seharusnya sudah rampung diakhir tahun 2010 namun hingga di tahun 2011 proyek yang di kerjakan dengan system Multi Years masa kerja 3 tahun tersebut belum juga tuntas sehingga pihak kontraktor melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bulungan memberikan perpanjangan waktu pekerjaan atau Adindum hingga akhir tahun 2011. Selain itu Jembatan Tias yang dibangun sejak tahun 2008 di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan ketinggian 2 meter dan panjang 60 meter yang pembiayaannya menggunakan APBD Kabupaten Bulungan sebesar Rp 1 milliar dengan sistem bertahap, kini pembangunannya memasuki tahap ketiga yang merupakan tahap penyelesaian. Kabid Bina Marga Dinas PU Bulungan, Sujadi kepada Poskota Kaltim di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menjelaskan, pembangunan Jembatan Salimbatu di Kecamatan Tanjung Palas Tengah hingga saat ini pengerjaan pemancangan tiang masih berlangsung, namun kendala penuntasan pekerjaan masih terbentur dengan masalah alam, sebab didasar sungai terdapat hamparan bebatuan yang cukup keras, sehingga menyulitkan para pekerja untuk memasukan tiang pancang jembatan hingga kedalaman maksimal. “Kita sudah berupaya mendatangkan alat bor khusus namun tetap saja belum mampu untuk melakukan pengeboran sesuai hasil yang diharapkan. Lantaran makin kedalam mata bor dimasukkan bebatuan yang ada juga semakin keras, sehingga dalam sehari para pekerja hanya mampu melubangi sekitar satu meter lubang,” jelas Sujadi. Sujadi menjelaskan, akibat dari kondisi alam yang sulit dan berakibat rusaknya mata bor kini pihak kontraktor telah mengalami kerugian akibat harus mengeluarkan biaya operasional yang kian membengkak. “Sedangkan untuk pembangunan jembatan Tias, kini pembangunannya memasuki tahap ketiga dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 230 juta, kita juga mengakui bahwa pembangunan Jembatan Tias ini sempat mengalami ambruk karena bentangan kawat besi terputus akibat terkena nipah yang melintas di sungai dan tersangkut di bentangan tersebut, dan ini juga merupakan kesalahan pihak kontraktor yang sudah berani memasang bentangan itu, padahal belum ada perintah dari Dinas PU,” jelas Sujadi. Sujadi berjanji bahwa Dinas PU bersama kontraktor akan berupaya semaksimal mungkin dan menargetkan pembangunan kedua jembatan tersebut bisa di selesaikan hingga akhir tahun 2011 tanpa harus menambah kembali anggaran pembangunannya dan di harapkan kedua jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan. vic
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...