Petani Kaltim Semangat Tanam PadiDampak Membaiknya Harga Gabah
2011-05-31 00:14:20
SAMARINDA,Produksi hasil padi petani Kaltim terus meningkat sejak 2009-akhir Mei 2011. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Eddy Heflin baru-baru ini. Menurutnya, peningkatan tersebut dikarenakan adanya gairah petani menanam padi seiring dengan membaiknya harga gabah dan beras. Pada 2010, kata dia, luas lahan persawahan mencapai 149.138 hektare dengan produksi 580.654 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 336.108 ton beras. “Bila dibanding dengan kebutuhan beras Kaltim pada 2010 yang mencapai 401.501 ton, masih terjadi defisit atau kekurangan 65.042 ton. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk Kaltim yang sangat tinggi melebihi produksi padi,” ucapnya. Dikatakannya, harga beras yang terus membaik sejak 2009 memicu gairah petani untuk menanam padi. Harga yang mencapai Rp6.000 hingga Rp8.000 perkilogram dinilai petani cukup menguntungkan. Bahkan harga beras sempat menyentuh angka Rp9.000 per kilogram pada saat tertentu. “Apabila mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yang berlaku di seluruh Indonesia utnuk pembelian Bulog (Badan Urusan Logistik), harga beras Rp5.025 perkilogram, petani belum untung. Agar petani meraih laba, harga yang layak minimal Rp6.000 perkilogram,” jelasnya. Untuk mencapai swasembada beras, Pemprov Kaltim melakukan pencetakan sawah baru pada 2009 dan 2010 masing-masing 800 hektare dengan dana Rp9,7 juta per hektare. Upaya pencetakan sawah baru sekitar 1.600 hektare untuk 2009 dan 2010 bersumber dari dana APBD dan bantuan APBN. Selain itu, lanjutnya, Pemprov Kaltim bersama Kabupaten Bulungan juga membangun kawasan Food Estate di desa Tanjung Bukka yang memiliki potensi areal 30.000 hektare. Ada tiga investor yang menyatakan kesediaan mengelola food estate, yakni PT Sang Hyang Sri yang fokus pada pertanian padi, PT Miwon yang fokus pada tanaman jagung dan PT. Bosowa yang fokus pada hortikultura. Selain itu, Pemprov Kaltim juga memberikan berbagai bantuan berupa pupuk, pestisida dan pengadaan prasarana pertanian, yakni traktor tangan 20 unit, pintu air lima unit, sub terminal agribisnis dua unit dan alat penepung ubi kayu dan ubi jalar masing-masing satu unit.mar
|