Dambakan Berau Maju Didukung Kelancaran Transportasi2011-06-01 06:32:43
TANJUNG REDEB, Proyek peningkatan Bandara Kalimarau tahap kedua sudah disiapkan. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Berau H Busairi mengungkapkan bahwa rencana tersebut sudah dalam proses persiapan. Selesainya peningkatan bandara sesuai komitmen Pemkab Berau menjadi impiannya selama menjabat sebagai Kadishubkominfo. “Karena bandara ini yang menjadi kebutuhan semua kalangan termasuk penunjang utama peningkatan pertumbuhan ekonomi Berau, makanya menjadi prioritas dan diupayakan bagaimana bisa terwujud,” ungkapnya. Dia berharap Kadis berikutnya bisa meneruskan impiannya tersebut, bukan hanya transportasi udara tapi juga darat dan laut yang sementara ini juga sedang dalam proses peningkatan. Ungkapan tersebut disampaikannya mengingat sebentar lagi Busairi akan memasuki masa pensiun setelah 33 tahun menjalani profesi sebagai PNS. Dalam persiapan pelaksanaan proyek tahap kedua tersebut, peranan dewan dalam bentuk dukungannya sangat diharapkan guna kelancaran pelaksanaan dan bisa dilaksanakan dalam waktu secepatnya. Sementara menilik hasil kongkrit dalam pengerjaan awal, menurutnya sudah baik meski masih ada perlengkapan yang perlu dipenuhi, seperti meubelair, navigasi, bangunan Badan Meterorologi, Klematologi dan Geofisika (BMKG), administrasi, landscape jalan, gedung internasional, penarik pesawat, penambahan garbarata 1 unit, gedung hangar, penambahan mesin genset baru. Dirinya juga menjelaskan proses rencana pembangunan bandara di Kecamatan Maratua sedang berjalan. Hal ini diupayakan secepatnya terwujud untuk membuka akses transportasi yang selama ini masih menjadi kendala untuk mencapai pulau yang berada diperairan terluar kabupaten Berau tersebut. “Sementara untuk darat dan laut masih terus dibenahi, pelabuhan Tanjung Batu kita kerja sama denga Pelindo, juga pembangunan pelabuhan samudra di Kampung Mantaritip. Kedepan seperti impian kita bersama, Berau bisa berkembang lebih pesat dengan adanya dukungan pemenuhan jalur-jalur transportasi ini,” paparnya. Khusus untuk jalur darat, dirinya berharap pemerintah daerah berani mengambil kebijakan untuk membuat satu proyek untuk jalan yang benar-benar permanen. “Meski biayanya lebih mahal tapi dijamin lebih tahan lama,” usulnya. Sebab selama ini dia menilai dana APBD banyak tersedot hanya untuk perbaikan-perbaikan jalan yang sebenarnya bisa permanen dan tahan hingga puluhan tahun seperti dil uar negeri. as
|