Mahasiswa Peringati Hari Anti TembakauBagikan Stiker dan Selebaran Bahaya Rokok
2011-06-01 06:39:31
SAMARINDA, Puluhan aktivis berbagai elemen masyarakat di Kota Samarinda, Selasa (31/5) sore, melakukan aksi simpatik di perempatan Vorvo depan Mall Lembuswana. Aksi ini dalam rangka memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia. Peserta aksi yang terdiri atas mahasiswa Bem Unmul, Bem Kesmas Unmul, Bem Farmasi Unmul, Bem Kedokteran dan Bem Widiagama. Para mahasiswa ini membentangkan poster yang isinya menyuarakan bahaya merokok dan imbauan untuk tidak merokok. Selain itu, mereka juga membagikan stiker berisi imbauan tidak merokok kepada para pengguna jalan. Menurut Presiden Bem Unmul Dimas Prasetya, aksi siang ini untuk memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia yang jatuh hari ini. Data menunjukkan, jumlah perokok di Indonesia terbanyak ketiga di dunia. Ada yang lebih memprihatinkan, yakni jumlah perokok dari kalangan pelajar juga terus meningkat setiap tahunnya. "Kami mengimbau kepada para perokok untuk menghormati warga yang tidak merokok, dengan merokok di tempat yang semestinya sehingga orang lain tidak dikorbankan," kata Dimas, Selasa (31/5), saat mengelar aksi di perempatan Mall Lembuswana. Ditambahkannya, target aksi ini adalah agar warga Samarinda mengetahui bahaya merokok serta mengetahui adanya Hari Tanpa Tembakau yang jatuh tanggal 31 Mei. "Kami mengimbau kepada perokok untuk tidak merokok di dekat ibu hamil maupun anak-anak sebab asap rokok dari perokok dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan anak-anak," ujarnya. Selain membentang spanduk dan poster, peserta aksi juga meminta penguna jalan yang sedang merokok untuk mematikannya dan diganti dengan satu buah permen yang sudah disiapkan oleh para mahasiswa tersebut. "Zat yang dikandung asap rokok juga sudah diketahui memicu potensi pertumbuhan sel kanker yang dimiliki setiap manusia. Oleh sebab itu, kita harus melindungi masyarakat dari asap rokok," katanya. Para mahasiswa juga mengharapkan, meskipun Pemerintah Kota belum mengeluarkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, namun kelompok dan elemen masyarakat kita di kota ini dapat dengan kesadaran sendiri membuat kebijakan bebas rokok di lingkungan kerja masing-masing, terutama di bangunan tertutup dan pusat-pusat pelayanan publik, agar Kota Samarinda masuk dalam jajaran kota beradab di dunia. aon
|