Populasi Ternak Sapi Meningkat2011-06-06 23:03:21
SAMARINDA, Peningkatan populasi ternak sapi di Samarinda tercatat pada 2008 sebanyak 4.000 ekor dan pada 2009 meningkat menjadi 5.000 ekor. Kemudian dalam rangka mencapai swasembada ternak sapi maka telah dianggarkan melalui dana APBD I pengadaan sapi sebanyak 50 ekor dan APBD II sebanyak 150 ekor, sehingga jumlahnya mencapai 200 ekor. "Sejumlah ternak sapi tersebut dikembangkan kembali dengan sistim gaduh atau bergulir, peternakan wajib mengembalikan sesuai ketentuan yang berlaku dan ditetapkan,”kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Samarinda, Hj Rini Purwanti belum lama ini. Dia menjelaskan, untuk pengembangan sektor hilir perlu mendapatkan perhatian serius dan optimal dengan menyediakan sarana dan prasarana peternakan serta meningkatkan SDM para peternak. Dalam mengembangkan bidang peternakan, Dinas peternakan bertekad mewujudkan peternak yang sejahtera, dengan memenuhi bibit, pakan ternak dan meningkatkan sumber daya para peternak. "Selama ini kami telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan usaha ternak, dengan memberikan bantuan bibit sapi, kambing, kawin suntik, pemeriksaan kebuntingan, pembinaan managemen, serta mengoptimalkan keturunan ternak," jelasnya. Sementara itu, Kelompok Tani Rukun Makmur Kecamatan Palaran,sangat mendukung program pemerintah kota Samarinda untuk mengembangkan ternak sapi guna memenuhi swasembada daging sapi. Ia mengatakan, pada tahun 2007 lalu kelompok tani Rukun Makmur, mendapatkan bantuan sebanyak 21 ekor untuk dipelihara oleh para petani dan kini telah berkembang cukup baik. Meskipun ada yang mati, tapi jumlahnya hanya ada satu atau dua ekor. Hal itu dinilai masih wajar karena sapi itu, belum bisa menyesuaikan dengan lingkungan baru. “Sapi-sapi tersebut didatangkan dari luar daerah yakni dari Bima, NTB dan usianyapun masih muda, sehingga perlu adaptasi dengan lingkungan disini,” katanya. Noor Hadi menjelaskan, bantuan ternak sapi bagi petani sangat menguntungkan, selain mendapatkan keuntungan pupuk dari kotoran sapi untuk tanaman , juga dari hasil pengembangan ternak sapi melalui sistim gaduh, hasilnya dijadikan tabungan para petani. Keuntungan petani selain hasil pertanian juga dari hasil ternak sapi, sehingga kedepannya memiliki prospek yang menjanjjikan Dikatakan bahwa rata-rata kelompok tani yang memelihara sapi adalah korban PHK dari perusahaan perkayuan. Tentunya dengan program ternak gaduhan sangat membantu warga untuk meningkatkan ekonomi. Dalam satu tahunnya sapi dewasa menghasilkan anak satu ekor.adv
|