Baksos TNI KB-Terpadu Dicanangkan

2011-06-07 23:39:17

SAMARINDA, Walikota Samarinda H Syaharie menyampaikan bahwa laju pertumbuhan perekonomian di Samarinda berimbang dengan pertumbuhan penduduk sama-sama 7 persen. Namun diharapkan pertumbuhan ekonomi harus jauh lebih cepat disbanding pertumbuhan penduduk. Diantaranya terus menggencarkan program Keluarga Berencana (KB).
Demikian sambutan walikota yang disampaikan Asisten III Sekretaris Kota Samarinda H Ridwan Tassa dalam Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB-Terpadu yang serentak secara nasional di Klinik Amanah Jl PM Noor, Senin (6/6).
“Produksi boleh jalan terus, tapi output dikurangi, dalam artian harus ada pengaturan kelahiran sesuai program KB. Sebenarnya KB ini mempunyai cita-cita luhur, seperti selalu disampaikan Pak Wali maupun wawali bahwa tujuan akhir pembangunan adalah mewujudkan masyarakat sejahtera,” ujar Ridwan.
Menurutnya melalui program KB masyarakat diberikan pembantuan dan pemahaman hidup sehat dan bahagia, pencerahan tentang pentingnya pemenuhan usia yang cukup untuk menikah termasuk merencanakan dan menata kehidupan keluarga, selaras dengan norma-norma kesehatan dan kesejahteraan keluarga, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak terus menerus.
“Termasuk merencanakan kehamilan dan kelahiran agar terbangun keluarga yang bahagia dan berkualitas,” katanya.
Sementara Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Tan Aspan dalam sambutannya yang dibacakan Dandim Samarinda Letkol Inf Djunaidi M mengatakan program yang berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Oktober itu merupakan salah satu upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk, dimana sasaran akhir bukan jumlah saja, tapi juga mewujudkan keluarga kecil, sejahtera dan mendapat pelayanan kesehatan memadai.
“Menghadapi kondisi ini, BKKBN-TNI dan pemerintah sert segenap komponen masyarakat mengadakan kesepakatan bersama melalui kerjasama revitalisasi program KB Terpadu untuk mendukung percepatan pencapaian sasaran program KB nasional dan program kesehatan,” tandasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda Hj Puji Syaharie Jaang menyambut kegiatan rutin tahunan ini, karena dinilai efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
“Apalagi biaya untuk akseptor yang menggunakan kontrasepsi implant mencapai Rp 400 ribu dengan jangka waktu 3 tahun. Di sini digratiskan, bahkan para akseptor pun dijemput oleh aparat TNI untuk datang ke sini,” imbuh Puji.
Kepala Badan KBKS Samarinda Hj Nany Ruminingsih menambahkan untuk kegiatan ini menggunakan kontrasepsi implant dan IUD karena jangka waktunya bisa mencapai 3 tahun, dibanding menggunakan pil KB.
“Untuk hari ini sudah ada 117 akseptor yang mendaftar. Kegiatan ini akan terus berlangsung hingga akhir Oktober,” ucap Nany.
Wakil Ketua DPRD Samarinda H Sarwono  menilai TNI sangat cepat menjabarkan kebijakan pemerintah, termasuk ikut serta mensukseskan program KB di Samarinda.
“Pencanangan hari ini bukti TNI selalu bergerak cepat dan tepat merespon berbagai masalah. Bukan saja masalah pertahanan sebagai tanggung jawab utamanya, melainkan juga masalah sosial kemasyarakatan termasuk di dalamnya kependudukan dan KB,” ungkapnya. john

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...