Gagal Adipura Balikpapan Raih Penghargaan K3 2011-06-07 00:52:13
BALIKPAPAN, Kendati Kota Balikpapan gagal mendapatkan piala kebersihan atau Adipura, namun kesdehan bias terobati dengan empat sekolah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah adiwiyata dan kini masih ada penghargaan tingkat nasional yang mampu direbut, yakni, penghargaan di bidang ketenagakerjaan karena sukses menyabet predikat zero accident (nihil kecelakaan kerja) untuk 30 perusahaan yang ada di Kota Minyak. Kabag Humas Pemkot Balikpapan, Aji Muhammad Sofyan, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar kepada Wali Kota HM Rizal Effendi pada sebuah acara penganugerahan di Jakarta. “Menteri sendiri yang menyerahkan secara langsung pada Pak Wali, sebelumnya kita juga pernah dapat, dan sekarang kembali meraih dengan kualitas yang meningkat,’’ ujar Aji Sofyan, kepada wartawan di ruang kerjanya. Seperti diketahui, Menakertrans memberikan apresiasi terhadap kesadaran pengusaha dan pekerjaataupun buruh yang sudah menerapkan norma-norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerjanya masing-masing, tercatat K3 semakin dipahami dan meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, setidaknya, hal ini tergambar dari jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan zero accident berupa penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)setiap tahun. ‘’Tahun sebelumnya Balikpapan mencatatkan 16 perusahaan berhasil meraih predikat zero accident, sekarang ada 30, ini artianya sudah mengalami peningkatan hampir 100persen, apalagi ada yang dapat kategori gold atau emas,” ungkap Sofyan. Secara nasional, Kementerian Nakertrans memberikan penghargaan kepada 512 perusahaan zero accident, angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatsebanyak 486 perusahaan tahun 2010 dan 287 perusahaan pada tahun 2009, kesadaran pengusaha dan pekerja/buruh di seluruh Indonesia dalam menerapkan norma K3 di lingkungan kerja semakin meningkat, ujar Muhaimin Iskandar dalam siaran pers tertulisnya. max
|