Penghijauan Jangan Hanya KamuflaseTerkait Hijau Berau
2011-06-07 01:43:07
TANJUNG REDEB, Terkait program Hijau Berau, yang berkaitan penghijauan disejumlah perkotaan mendapat tanggapan dari anggota DPRD Berau Rudi P Mangunsong SH. Ia berharap Hijau Berau ini bukan hanya kamuflase semata. Tetapi menurut dia, semua perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam (SDA) Berau harus dapat membuktikan, bahwa lahan eks tambang atau lahan eks izin penebangan kayu (IPK) harus bisa dihijaukan kembali. Sejauh ini penghijauan terkesan hanya dilakukan di lingkungan perkotaan saja, sementara daerah resapan seperti di bibir sungai, khususnya daerah yang hasil SDA nya sudah terkuras habis tidak jelas, sudah dilakukan atau belum. “Kami harap Hijau Berau ini tidak hanya slogan saja, atau hanya mencari perhatian masyarakat dan pejabat setempat,” tegasnya . Tapi yang ia minta, perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara, atau yang bergerak dibidang pengelolaan hasil hutan harus membuktikan, bahwa selama ini lahan tersebut benar – benar sudah dilakukan penghijauan dan direklamasi. Pasalnya, sejauh ini belum dapat dipastikan, apakah benar apa yang disampaikan perusahaan kepada masyarakat, baik melalui media massa atau sosialisasi reklamasi dan penghijuan itu sudah dilakukan. “Kan selama ini kami selaku wakil rakyat hanya tahu sebagian kecil saja yang dilakukan penghijuan di areal eks tambang,” ujarnya. Sementara selebihnya dirinya memperkirakan masih banyak lahan eks ekploitasi SDA yang belum dilakukan penghijauan. Artinya, lanjut politisi PDI P ini, jangan sampai setelah melakukan eksploitasi SDA besar – besaran, tetapi tidak melakukan perimbangan penghijauan. Menurutnya hal itu justru pengerusakan alam, dan tidak menunjukkan punya rasa tanggung jawab kepada masyarakat Berau “Jangan baru melakukan penghijauan beberapa titik saja, lalu rame – rame panggil wartawan supaya diekspos. Agar masyarakat tahu, bahwa perusahaan yang bersangkutan peduli terhadap penghijuan,” cetusnya. Nah, sementara pamflet dipasang dimana – mana, harus dapat diimplementasikan, bahwa perusahaan yang bersangkutan betul – betul punya rasa tanggung jawab. Namun justru jangan sampai areal lahan yang selama ini belum direklamasi ditutup – tutupi, agar masyarakat tidak tahu. “ Ini kan sama halnya pembohongan publik.,” ungkap wakil rakyat yang hampir 3 periode ini. Untuk itu, ia menilai kurang tepat jika penghijauan difokus di wilayah perkotaan, tetapi harus lebih mengarah ke daerah SDA nya yang terekploitasi. Pasalnya, cara ini lebih ampuh mengantisipasi bencana alam, seperti longsor maupun banjir. “Mestinya daerah resapan air lah yang diutamakan penghijauan, bukan monoton di perkotaan,” pintanya. roz
|