Pulang Main Dicegat Tujuh Orang Bertopeng2011-06-07 01:45:13
TANJUNG REDEB, Ada baiknya ketika kita berjalan di tempat yang sepi, khususnya dimalam hari jangan sendirian. Karena bisa saja nasib naas menimpa kita. Seperti yang dialami Dahlan (19) warga Bangun Kecamatan Sambaliung ini. Jum’at (3/6) malam lalu, sepulang dari rumah temanya, tiba – tiba dicegat tujuh orang bertopeng. Motor, handphond dan kartu Anggunan Tunai Mandiri (ATM) milik korban pun raib dibawa kabur oleh para pelaku. Kapolsek Sambaliung AKP Sumarjito saat dikonfirmasi wartawan Poskota Kaltim menuturkan, bahwa kejadian itu berawal ketika korban pulang dari rumah salah satu temannya di Tanjung Redeb. Ketika sekitar pukul 20:30 korban yang berstatus mahasiswa semester satu di STIEM Tanjung Redeb ini memutuskan pulang. Setibanya di jalan, lanjut Sumarjito, di wilayah RT 15 Sambaliung, tepatnya di pertengahan jalan menuju Water Park, tiba – tiba korban dihadang oleh kawanan perampok yang bersenjatakan parang dan senapan angin tersebut. Tak pelak spontan korban langsung menghentikan laju kendaran yang ditungganginya. Setelah korban berhenti, tanpa basa basi korban langsung digiring para pelaku di semak belukar, dan tangannya diikat oleh para pelaku. Dalam aksinya, pelaku sempat mengacam akan membunuh korban, jika korban tidak mengikuti perintahnya. Apa lagi teriak minta tolong, mereka tak segan – segan mengahabisi nyawa korban. Meurut mantan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 ini, korban ketakutan, apa lagi si korban ini tergolong masih anak kemarin sore. Sehingga apa yang diperintahkan para pelaku selalu menuruti. Bahkan sekitar pukul 23:30 Wita, korban sempat diajak salah seorang pelaku mengambil uang ke ATM BNI Jalan Raya APT Pranoto. Nah, setelah sampai di ATM BNI, ternyata setelah dilakukan pengecekan uang yang tersisa di ATM korban hanya Rp 14 ribu. Kemudian setelah itu, korban dibawa kembali ke tempat kejadian perkara (TKP), sesampainya di TKP tersebut, korban kembali diikat tangan dan kakinya. “ Sementara si pelaku ini melangsir teman nya satu persatu menggunakan kendaraan korban, yang diperkirakan mengarah ke Tanjung Redeb,” bebernya. Sekitar pukul 01:00 Wita dini hari, akhirnya korban ditolong oleh salah seorang warga setempat, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambaliung. Dalam aksi curas tersebut, para pelaku berhasil menggondol kenadaran milik korban merek Suzuki Spin 125 KT 3329 GC warna biru hitam, handphond merek Nokia Tipe 522 dan kartu ATM. Atas laporan tersebut, malam itu juga jajaran Polsek Sambaliung langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun hingga menjelang kumandang adzan subuh, para pelaku tak ditemukan, lantaran Polisi kesulitan mengikuti jejak tujuh orang pelaku Curas itu. “Kejadian pencurian dan kekerasan (Curas) ini sama persis yang terjadi di Gunung Kasiran beberapa waktu lalu, modusnya sama dan juga bertopeng,” ujar Sumarjito. Oleh sebab itu, Sumarjito beserta jajarannya terus mengembangkan kasus ini, agar para pelaku dapat segera tertangkap. Sampai berita ini diturunkan, korban masih trauma atas kejadian yang menimpanya. Sehingga Polisi belum bisa meminta keterangan korban lebih lanjut. roz
|