PLTGBB Di Sendawar Segera Beroperasi

Yance : Segera Dipasok Daya Listrik 6 MW

2011-06-08  23:02:34

Sendawar, Setelah sempat tersiar kabar mangkrak dan terlambatnya penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGBB) berkapasitas 6 Mega Watt (MW) di Dusun Royok, Kampung, Sekolaq Oday Kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat (Kubar), yang awal pembangunannya pada Kamis (17/2/2010) lalu, kini masyarakat 8 kecamatan yang terkoneksi langsung dari PT PLN (persero) Ranting Melak, Sendawar, boleh bangga. Karena saat ini PLTGBB tersebut mulai melakukan tes uji coba koneksi. Bahkan diperkirakan sebulan mendatang, daya listrik 6 MW segera dapat di pasok ke PLN Ranting Melak, demikian dikatakan Direktur Utama PT Cipta Daya Nusantara (CDN), Yance Tanesia.
"Sekarang mulai melakukan uji coba tes, dan kami memastikan 99,9 persen daya listrik 6 MW tersebut dapat segera dipasok ke PLN Ranting Melak dalam waktu dekat di tahun 2011 ini. Uji coba tes untuk mengantisipasi kebocoran gas sehingga saat beroperasi tidak ada keluhan," tutur Yance kepada Poskota Kaltim diruang kerjanya, Royok, Sekolaq Darat, Senin (06/06/2011)
Yance mengatakan PLTGBB Royok akan segera beroperasi, paling lambat sebulan mendatang menurutnya, koneksi listrik akan segera dialirkan ke PT PLN Ranting Melak. Mengenai keterlambatan pembangunan dari terget sebelumnya menurut dia, sejumlah faktor penghambat, juga cuaca sangat tidak mendukung.
"Keterlambatan pembangunan PLTGBB Royok akibat sejumlah faktor, terutama lahan yang bermasalah, kami sempat 3 kali pindah lokasi dan sekarang menetap disini (samping lokasi Tempat Penumpukan Sampah Melak Ulu, red) dengan luasan 2,4 hektar lahan. Selain lokasi lahan bermasalah, bahan baku proyek didatangkan langsung dari luar kubar, akses darat dan sungai tidak memadai bahkan didera cuaca hujan yang berkepanjangan. Mengenai keterlambatan pembangunan kami sudah meminta adendum (perpanjangan) kontrak proyek," imbuhnya.
Disinggung oleh Poskota Kaltim pemutusan kontrak oleh PT PLN terhadap PT CDN akibat keterlambatan pembangunan yang tidak sesuai janji awal, Yance mengatakan MoU (Perjanjian) dilakukan segitiga, antara PT CDN dengan Pemkab Kubar serta dengan PT PLN Wilayah Kaltim, sehingga jika ada pemutusan kontrak, berarti hanya sepihak.
"Saat keterlambatan dalam pembangunan proyek ini, kami sudah mengajukan keberatan karena sejumlah faktor tadi, sehingga ada adendum kontrak. Kalau ada pemutusan hubungan kontrak maka kami anggap hanya sepihak saja, sedangkan kami masih tetap membangun dan mengerjakan hingga proyek PLTGBB selesai tanpa masalah. Kerja sama PT CDN dengan PT PLN adalah Wilayah Kaltim sebatas kerja sama sewa pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan akan listrik dari PT PLN Ranting Melak, Kubar, sehingga daerah yang sudah ter-interkoneksi dengan PLN Ranting Melak tidak lagi kekurangan daya listrik," ujarnya. Yance mengatakan PLTGBB Royok saat ini 99,9 persen siap beroperasi, bahkan sudah mulai melakukan uji tes gas, dipastikan sebulan mendatang proyek listrik besar itu siap akan dinikmati masyarakat Kota Sendawar dan sekitarnya.
Sementara itu, Manager PT PLN (persero) Ranting Melak, Wawan Indra Hermawan ST, mengakui keterlambatan pembangunan PTLGBB Royok oleh PT CDN yang tidak tepat waktu sesuai janji semula membuat geram PT PLN, karena pasokan listrik yang diharapkan pada penghujung tahun 2010 lalu sebesar 6 MW  ternyata belum bisa dipasok hingga kini (pertengahan) tahun 2011.
"PT PLN Ranting  Melak hanya sebagai pengawas, sedangkan wewenang kontrak dengan PT CDN adalah urusan PT PLN Wilayah Kaltim.Kalau dari sisi hukum harus dipenuhi kontrak tersebut, sehingga jika tidak tepat  waktu maka pemutusan kontrak dilakukan. Tetapi kemungkinan ada kontrak baru dengan memberikan durasi tertentu (kesepakatan)  penyelesaian proyek oleh PT CDN yang dilakukan melalui PT PLN Wilayah Kaltim. Kami optimis pasokan 6 MW tersebut benar-benar terealisasi pada tahun 2011 ini, sehingga kebutuhan akan listrik dari PT PLN Ranting Melak bisa terpenuhi," kata Wawan kepada Poskota Kaltim di ruang kerjanya, Jalan Dewi Sartika, Melak, Sendawar, Senin (06/06/2011).
Untuk diketahui, peletakan batu pertama PLTGBB Royok, dilakukan oleh Bupati Kubar Ismael Thomas SH MSi, merupakan kerja sama antara PT PLN (Persero) Kaltim dengan PT Cipta Daya Nusantara (CDN) atas inisiatif Pemkab Kubar.PLTGBB tersebut beroperasi menggunakan bahan bakar batubara pasokan dari PT Gunung Bayan Pratama Coal (GBPC) dan PT Indo Tambang Mega Raya (ITM) Banpu dan sejumlah perusahaan tambang batubara lainnya yang beroperasi di wilayah Kubar. Pembangunan instalasi PLTGB, merupakan uji coba pertama di Indonesia oleh PT CDN, memasok listrik ke PT PLN, menggunakan 22 unit mesin pembangkit berkapsitas output sebesar 6.000 KW, Kapasitas per mesin berdaya 500 KW.imr

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...