Andi Agoes : Masalah Perbatasan Makin SeriusPPKRI 5 Hari Kunjungi Perbatasan
2011-06-08 23:22:37
BALIKPAPAN, Persoalan kawasan perbatasan di Kalimantan Timur ternyata belum berakhir meskipun masih berkenaan dengan "masalah klasik" dari Orde Lama, Orde Baru, Reformasi sampai sekarang, yakni berawal dari "masalah 3-T", yakni ketertinggalan, keterbelakangan dan keterisolasian Hal inilah yang mengugah Perintis Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Korwil IV Kalimantan, mengajak sejumlah media selama 5 hari mengunjungi perbatasan. Rencana yang akan dimulai pada 10-15 Juni, mengajak sekitar 15 wartawan mengunjungi perbatasan Kalimantan Timur. Diungkapkan Koetua PPKRI Wilayah IV Kalimantan, H Andi Agoes Y SH, perjalana jurnalistik keperbatasan ini untuk mengajak insan pers melihat secara langsung kehidupan masyarakat Kaltim di perbatasan. Keterbelakangan pembangunan itu ujarnya pada gilirannya menimbulkan berbagai persoalan serius, antara lain barang kebutuhan pokok serta barang lainnya, dua kali lipat bahkan ada yang tiga kali lipat ketimbang harga normal. Salah satu penyebabnya biaya angkut juga tinggi karena semua dibawa melalui transportasi udara. “Masalah perbatasan ini semakin serius jika tidak segera mendapat prioritas perbaikan oleh pemeritah . Masyarakat disana semakin susah, bahkan akan menjadi ancaman buat keutuhan NKRI jika semakin dibiarkan. PPKRI tidak akan berhenti menyuarakan perbatasan dan ini kami buktikan dengan kunjunagn kesana bersama wartawan”ujar Andi. Daerah yang akan dikunjungi paparnya meliouti, Malinau (Krayan dan Long Bawang), Nunukan (pulau Sebatik), Tana Tidung dan Bulungan. Rombongan ini akan melakukan perjalana darat dan menginap di rumah-rumah penduduk. “Kita harapkan pers dapat merasakan langsung bagaimana susahnay hidup di daerah perbatasan. Sehingga hasil tulisannya akan lebih bermakna dan memiliki kekuatan kontrol sosial memperjuangankan percepatan pembangunan oleh pemerintah,” terang Andi. Dalam perjalana jurnalistik ini, PPKRI juga mengajak anggota DPRD Provinsi Kaltim Dra. Piji astute, anggota Polda Kaltim dan TNI Kodam VI Mulawarman. Keikutsertaan anggota dewan, polsis dan TNI tersebut ungkap Andi, agar terjadi sinergi seluruh komponen masyarakat yang peduli daerah perbatasan. Dimana kita tahu DPRD sebagai wakil rakyata harus dapat memperjuangankan nasib masyarakat perbatasan, begitu pula dengan polisi dan TNI dapat melihat masalah-masalah keamanan di perbatasan yang nantinya dapat disuarakan pada wartawan yang ikut dalam kunjungan tersebut. “Saya harapkan dalam perjalanan jurnalistik ke daerah perbatasan Kaltim, semakin menggugah kita sebagai anak bangsa pentingnya pemerataan pembangunan perbatasan agar lebih baik lagi. Dan pejabat pusat dan daerah tudak sekedar obral janji saja berkaitan pembangunan perbatasan”tandasnya. (Nang)
|