TPK Palaran Belum Beri PendapatanSolusinya Buka Rute Surabaya
2011-06-09 01:47:40
SAMARINDA,Sejak Grand Opening Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran 29 September 2010, Pemkot Samarinda yang mendapat jatah bagi hasil 26,5 persen dari laba pengoperasian TPK hingga saat ini belum sepersen mendapatkannya. Pasalnya, PT Pelabuhan Samudera Palaran (PSP) Samarinda selaku perusahaan konsorsium PT Samudera Indonesia-PT Pelindo IV-Pemkot Samarinda hingga sekarang masih rugi, diantaranya belum memaksimalkan kapasitas bongkar muat yang tersedia karena rute Surabaya belum dibuka di Palaran. Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rapat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2011 dan Rapat Manajemen tahun 2011 PT PSP Samarinda di ruang rapat PT Samudera Indonesia Building Jakarta, Selasa (31/5) lalu, yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda HM Fadly Illa kepada wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini. Fadly menyebutkan walaupun TPK sudah beroperasi, tapi PT PSP Samarinda masih mengalami kerugian, baik di tahun 2010 maupun tahun 2011. “Hingga 31 Desember 2010 telah dilakukan bongkar muat sebanyak 144 kapal dengan volume peti kemas 29.680 TEus. Volume ini jauh diatas budget (134.893 TEus) karena mundurnya pengoperasian yang direncanakan Maret terealisasi akhir Mei 2010, dan rute Jakarta-Samarinda masuk secara penuh baru Oktober 2010, ditambah lagi belum masuknya rute Surabaya di TPK Palaran, dimana masih di Pelabuhan Samarinda,” urai Fadly. Ditegaskannya dengan belum dibukanya rute Surabaya, maka diprediksikan tahun ini PT PSP Samarinda masih mengalami kerugian dan bahkan lebih besar lagi. “Dengan belum dibukanya rute Surabaya, kita kehilangan potensi kapasitas bongkar muat sebanyak 60 persen, dimana rute Jakarta hanya 40 persen. Sementara kita harus mengeluarkan biaya operasional termasuk utang dan biaya bunga,” jelas Fadly. Ditambahkan Asisten II, pemindahan rute Surabaya dari Pelabuhan Samarinda ke TPK Palaran belum direalisasikan karena permasalahan akses jalan (propinsi) Samarinda-Palaran (17 km), kondisi rusak 12 km atau 70 persen, dimana telah diperbaiki 4 km dengan rigid pavement dan perbaikan on the spot, dan belum diperbaiki 8 km yang rusak parah 4 km. “Rute Surabaya harus dibuka biar dengan kondisi saat ini, dimana juga sekarang sedang pekerjaan perbaikan. Daripada bertahan tidak membuka akan sangat mempengaruhi performa keuangan PT PSP yang terancam kesulitan cash flow, selain itu kerugian menjadi besar melebihi tahun 2010,” jelas Zulfakar. Menurut Zulfakar seperti dipaparkan walikota saat rapat kemarin terhadap kondisi jalan, bahwa saat ini sedang dilakukan peningkatan jalan jalur dua, jalan akses Palaran dianggarkan tahun 2011, dan sudah ada MoU antara Pemkot dengan Pemprov perbaikan akses jalan total 29,27 km termasuk 17 km akses Samarinda-Palaran. “Rute Surabaya suatu harga mati untuk dibuka. Jangan takut duluan dengan kondisi saat ini, tapi yang penting tekad dulu. Jangan menunggu sempurna, namun tetap jalan tapi ketika di tengah jalan ada kendala, baru kita benahi. Apalagi saat ini kita sedang proses membentuk tim Ad-Hoc yang melibatkan semua pihak termasuk Pemprop, DPRD Propinsi dan kota untuk mengawal percepatan perbaikan akses jalan,” terangnya. Belum lagi katanya saat ini proses pembentukan Help-desk untuk menjamin kelancaran akses jalan. ”Help-desk ini terdiri dari Dishub, Dinas Bina Marga dan Pengairan dan instansi teknis lainnya. Jadi jangan menyerah sebelum berperang. Intinya rute Surabaya harus dibuka, sehingga kita sudah bisa menikmati bagi hasil,” tegas Zulfakar.john
|