Terminal Angkot Batu Ampar Normal Kembali 2011-06-10 20:25:55
BALIKPAPAN, Pemkot Balikpapan bersama aparat Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu anggota Polres Balikpapan, akhirnya membuka segel pembatas atau portal yang beberapa waktu ini menutup fasilitas Terminal angkutan kota (Angkot) Batu Ampar di Kilometer 4,5 Balikpapan Utara. Pembukaan segel yang dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan, Arpan tanpa ada perlawanan dari oknum yang mengklaim berhak atas tanah terminal angkot Batu Ampar itu. Dengan dibukanya portal atas nama Ardani, angkot langsung menempati terminal yang selama ini istirahat karena ada larangan dari salah seorang warga yang mengaku pemilik sah lahan terminal itu. Menurut Kasi Bin Ops Satpol PP Balikpapan, Subardiyono, pihaknya mengerahkan sedikitnya satu peleton aparat gabungan, terdiri dari Pol PP, Dishub dan Polresta untuk membuka segel yang mengganggu jalannya aktifitas turun naik penumpang di terminal ini. Kami buka portal yang ditutup itu dengan maksud jika yang mengaku sebagai pemilik lahan itu ingin kasus tersebut dilanjutkan, silahkan bawa permasalahan itu ke jalkur hokum, kalau akhirnya pemkot Balikpapan kalah ya tentunya kita akan patuh terhadap putusan hukum. Pembukaan portal terminal Batu Ampar khusus dilokasi Angkot dimulai pukul 14.00 Wita, Rabu (8/6) tersebut memang menjadi tontonan masyarakat pengguna angkutan kota yang masuk ke area terminal ini, namun berkat koordinasi yang baik semuanya dapat dilakukan oleh anggota. Ketika ditanya tentang oknum pemilik yang mengakui lahan terminal itu miliknya, Subardiyono mengaku tidak memiliki wewenang untuk menjawab hal tersebut dan meminta wartawan untuk menanyai masalah itu langsung kepada bapak asisten satu saja beliau yang berhak menjawab pertanyaan terkait lahan terminal ini, jelasnya. Dengan dibukanya portal yang sebelumnya menutup arah masuk dan berputar angkot ini menjadikan suasana terminal kembali berjalan normal dan tidak terlihat penumpukan angkot seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, dampak dari penutupan terminal oleh ahli waris Ardani membuat jalanan di sekitarnya semrawut dan tidak tertib. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Balikpapan Ali Munsjir Halim mengatakan penutupan terminal oleh oknum tertentu itu tentunya ada dampaknya terutama bagi kelancaran pelayanan umum, apalagi angkot takut menunggu penumpang di terminal itu. Menurut Munsyir, akibat penutupan terminal maka persimpangan diluar atau pertigaan jalan masuk terminal menjadi macet karena angkot antre disana, mudah-mudahan setelah portal itu dibuka angkot bisa masuk dan mengangkut penumpang dari dalam dan tidak antre dijalan Patimura lagi. max
|