Tim Independen Pusat Lakukan Pengkajian

Semua Biaya Ditanggung Kontraktor

2011-06-13  05:09:27

TANJUNG REDEB, Terkait amblasnya proyek turap di Jalan Rinding, Selasa (7/6) lalu, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Rahmad kepada Poskota Kaltim menjelaskan, saat ini tim independent dari Jakarta telah  datang, untuk melakukan pengkajian runtuhnya proyek turap itu.
Dalam waktu dekat, hasil pengkajian itu dapat diketahui, disisi mana kelemahan amblasnya proyek itu. Apakah benar – benar fenomena alam, atau memang ada kelalaian, baik dari perencanaan, pengawasan, atau dari kontraktor pelaksana.
Rahmad berharap pengkajian itu segera rampung, agar dapat menjawab pertanyaan masyarakat, apa penyebab amblasnya proyek yang menelan Rp 27 miliar lebih itu.
Disinggung soal pendanaan tim independent yang melakukan pengkajian, bahwa biaya transportasi, akomodasi dan lain sebagainya yang menanggung pihak kontraktor PT Karyatama Nagasari , bukan APBD Berau.
“Ya kontraktor lah yang mengeluarkan dana untuk menanggung segala sesuatunya tim independent ini. Yang jelas kita nggak akan mengeluarkan dana,” tegasnya.
Sementara itu, terkait amblasnya proyek itu, hari ini  Senin (13/6) ini, pihak PT Ancekon Berlian Sejahtera dari Jakarta selaku konsultan perencana dijadwalkan datang, untuk memberikan penjelasan kepada tim independent, seputar perencanaan yang dibuatnya.
Lanjut Rahmad, jika  semua sudah memberikan penjelasan, termasuk konsultan pengawas PT Jaya Teknik Mandiri dari Berau, lambat laun bisa ditemukan akar permasalahannya.
“Kalau sudah begitu, benang merahnya akan ketahuan dan akan kita tarik. Agar publik semua tahu, bahwa ini lho asal muasal permasalahan itu,” ungkapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, proyek penurapan yang tidak jauh dari bandara Kalimarau itu sudah mencapai kurang lebih 90 persen. Namun tiba – tiba tanah uruk untuk memadatkan badan jalan itu amblas, sekitar pukul 17:00 Wita,  Selasa (7/6) lalu.         
Akibatnya, bukan hanya tiang pancangnya yang hampir roboh, tapi separuh badan jalan  utama Tanjung Redeb – Teluk Bayur pun juga ikut amblas.
Kondisi seperti ini tentu sedikit banyak mengganggu aktifitas arus lalu lintas. Warga berharap pihak kontraktor bertanggung jawab atas amblasnya badan jalan itu,   segera melakukan perbaikan. Agar  arus lalu lintas kembali berjalan normal, serta pengguna jalan tidak merasa terancam jiwanya.
Demikian juga Bupati Berau, H Makmur HAPK melaui Kabag Humas Pemkab Berau H Mapasikra Mappaseleng menegaskan, bahwa semua persoalan itu diserahkan kepada pihak kontraktor. Bagaimana pihak kontraktor segera mengambil langkah yang tepat, agar pengguna jalan tak terganggu, dan proyek turap itu selasai tepat pada waktunya.
Direktur PT Karya Tama Naga Sari, Ir Gatot Edy wicaksono  selaku kontraktor, didampingi Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau Ir Rahmat MM, dan Kabag Humas Pemkab Berau H Mappasikra Mappaselang SE, saat jumpa pers di ruang Kabag  Humas Pemkab Berau kepada wartawan menjelaskan, bahwa kejadian itu untuk sementara waktu diperkirakan akibat fenomena alam.
“Namun untuk pastinya, kita akan melakukan pengkajian lebih dalam. Apakah musibah itu benar – benar karena fenomena alam, atau ada kesalahan teknis,” katanya. roz

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...