Proyek di Disdik Tak Pengaruhi Pendidikan2011-06-13 05:11:22
TANJUNG REDEB, Menanggapi usulan sejumlah anggota DPRD Berau, bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) jangan lagi menangani masalah proyek, agar dapat lebih fokus terhadap dunia pendidikan mendapat tanggapan dari Kepala Disdik Berau, Hj Rohaini. Pendapat dia, masalah penanganan proyek tersebut tak pengaruhi dunia pendidikan. “Kan ada bidangnya masing – masing. Misalnya, bagian sarana dan prasanrana, itu kan bagian yang menangani masalah proyek. Sementara masalah pendidikan juga ada yang menangani masing – masing,” jelasnya. Intinya, masalah penanganan proyek itu tidak sama sekali mempengaruhi masalah perhatian terhadap dunia pendidikan. Kalau pun masalah proyek pengadaan maupun proyek fisik itu dikembalikan keDinas Pekerjaan Umum hal itu tidak menjadi masalah. “Kalau mau dikembalikan ke instansi teknis., ya silahkan. Itu tidak masalah bagi kami,” tuturnya. Kalau pun ada keterlambatan masalah pelelangan proyek, hal itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, lanjut Rohaini hal itu menjadi pembelajaran bagi panitia lelang. Karena bagaimana pun juga semua perlu belajar. “Kekurangan itu selalu dipelajari, belajar dan terus belajar memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya. Yang jelas sejauh ini, Disdik sudah selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk dunia pendidikan, baik sudah terlaksana, dalam proses realisasi, maupun yang masih dalam rencana. Hal itu dapat dibuktikan dan diakui, kemajuan pendidikan di Kabupaten Berau, baik skala nasional maupun tingkat internasional. Prestasi demi prtestasi telah terukir oleh siswa siswi Berau, melalui berbagai even tingkat pelajar. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru pun sudah dilaksanakan secara bertahab, melalui standarisasi S1. Semua guru yang belum memiliki ijazah S1, kini sebagain sedang menempuh pendidikan S1. “Sebagian sudah lulus yang disekolahkan pemerintah. Nah, sekarang giliran yang belum S1 sedang berlangsung sekolah,” ujarnya Ini tidak lain bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Berau, dimana guru dituntut mampu meningkatkan kualitas siswa nya, dari tahun ke tahun. “Oleh sebab itu, semua saran dan kritik yang membangun kami terima dengan senang hati. Sebab, hal itu berlaku baik bagi kami,” pungkasnya. roz
|