Gubernur tak Ingin IntervensiPembentukan Kaltim Airlines Diserahkan ke Profesional
2011-06-13 05:27:28
SAMARINDA,Keinginan Pemprov Kaltim dan masyarakat Kaltim soal pembentukan Kaltim Airlines pada Agustus 2011 ini dapat dimulai penerbangannya, ternyata menurut Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dirinya saat ini tak ingin mengintervensi soal Kaltim Airlines. Alasannya, pembentukan Kaltim Airlines tersebut sudah diserahkan kepada yang ahlinya atau kepada pihak yang profesional dibidang itu. “Saya tidak mau mencampuri urusan tersebut. Saya sudah serahkan hal itu kepada yang profesional. Saya tidak boleh intervensi. Jadi, kalau soal Kaltim Airlines, silahkan bicara dengan audiens kita yang telah ada,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak belum lama ini ketika ditemui wartawan di Samarinda. Apakah 17 Agustus 2011 mendatang penerbangan perdana Kaltim Airlines benar-benar terwujud, AWang menyampaikan bahwa sesuai dengan laporan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim H Fauzi A Bahtar dapat dilakukan. “Laporan dari Ketua Kadin seperti itu,” ucapnya. Kemudian dari itu, untuk mensukseskan dan sebagai wujud akan suksesnya pembentukan Kaltim Airlines, gubernur mengaku bahwa pembentukan Kaltim Airlines tersebut telah mendapatkan dukungan dari Menteri BUMN. “Jadi, kita akan menggunakan dua BUMN, yakni Penas Air dan satunya berkaitan dengan pembiayaan. Jadi, nanti kita akan mendapatkan pesawat yang telah dipilih oleh konsultan kita. Oleh karena itu, tunggu saja. Sebab, saya tidak boleh mencampuri urusan tersebut. Mengapa demikian, karena hal itu berkaitan juga dengan bisnis,” timpalnya. Sementara itu, Sekretaris Pemprov (Sekprov) Kaltim Dr H Irianto Lambrie belum lama ini menyatakan bahwa untuk pembentukan Kaltim Airlines yang merupakan gagasan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak sedianya jangan direspon berlebihan oleh pihak tertentu. Menurut dia, pembentukan Kaltim Airlines tersebut murni merupakan gagasan Awang Faroek Ishak selaku seorang Gubernur Kaltim. Dan saat ini belum ada pikiran, misalnya tidak perlu direspon oleh pihak tertentu. Apalagi, belum ada satu sen pun uang yang keluar dari APBD Provinsi. “Jadi, seorang Gubernur menggagas hal itu biasa saja, kemudian baru difasilitasi pihak swasta. Karenanya, jangan direspon berlebihan,” jelas Irianto Lambrie. Dikatakannya, pembentukan Kaltim Airlines itukan niatnya untuk kepentingan masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil, seperti daerah perbatasan, supaya bisa terlayani akses transportasinya. “Baik untuk kebutuhan pengangkutan barang maupun orang,” ucapnya. Pembentukan Kaltim Airlines yang digagas oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga merupakan salah satu bentuk keinginan Pemprov Kaltim menuju pembangunan yang lebih maju ke depannya di Kaltim. Sebab, pembentukan Kaltim Airlines juga sebagai faktor pendukung kemajuan pembangunan di daerah, selain pembangunan yang kini dilakukan Pemprov Kaltim. Apalagi, diketahui untuk pembangunan di Kaltim ini tentunya ada pembangunan yang menjadi prioritas, sehingga apa yang dapat menjadi pendukung kemajuan pembangunan di daerah dan mampu menguntungkan masyarakat, tentunya menjadi prioritas.mar
|