Bank Ramah Lingkungan Komitmen Dibangun2011-06-13 05:29:33
SAMARINDA, Pemkot Samarinda berkomitmen membangun Bank Ramah Lingkungan di 10 Kecamatan dengan melibatkan pihak swasta dan masyarakat. Hal itu terungkap saat launching program Bank Ramli di Kelurahan Pelita,Kec Samarinda Ilir , Minggu (12/02). Walikota Samarinda H Syaharie Jaang yang hadir dalam kesempatan itu mengutarakan dikepemimpinannya bersama H Nusyirwan Ismail terus menjajaki hubungan dengan perusahan swasta agar bisa bersinergi bersama membangun kota Samarinda. “Saat ini kita sudah menjajaki 33 perusahaan Perbankan yang diantaranya siap untuk mendukung program pemerintah dalam membantu memberikan sarana pendukung yang tentunya berkaitan dengan lingkungan,” kata Syaharie. Pemerintah sendiri lanjutnya memberikan apresiasi yang tinggi kepada swasta yang telah membantu pembentukan dan pembangunan bank Ramli yang rencana akan diterapkan di 10 kecamatan, karena menurutnya program ini merupakan langkah maju sebagai pembelajaran dan kesadaran bagi masyarakat untuk dapat memilah limbah atau sampah mana yang memang harus dibuang atau didaur ulang sebagai kepentingan orientasi bisnis. “Untuk itu melalui kesempatan ini saya ingatkan kepada para lurah, agar tidak bosan-bosannya terus mensosialisasikan kepada masyarakat waktu yang tepat untuk membuang sampah yakni mulai pukul 6 sore hingga 6 pagi,” pesannya. Terkait masalah banjir, Syaharie mengatakan karakteristik umum banjir Kota Samarinda adalah sebagian besar disebabkan karena aliran alam sungai ataupun anak sungai.Semakin dipaksa menyempit, tempat penyerapan air baik rawa maupun danau yang semakin tiada dan pepohonan yang semakin sedikit, untuk itu Pemerintah telah berencana akan memaksimalkan sungai-sungai kecil didalam kota untuk dibuat parit besar sebagai penunjang drainase memperlancar aliran arus air menuju sungai besar karangmumus. ”Saya ingatkan kepada camat agar tidak mengeluarkan izin prinsip kepada pihak pengembang atau developer yang ingin membangun properti diatas tanah rawa,karena ini merupakan salah satu konflik penyebab banjir di Samarinda,” sarannya. Sementara, menanggapi masalah banjir di kota tepian kepala Badan Lingkungan Hidup kota Samarinda Endang Liansyah mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab, selain tanah rawa yang berubah fungsi, lalu pendangkalan sendimen SKM, dan drainase aliran yang semakin menyempit, tak ketinggalan faktor pertambangan juga menjadi penyebab. Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda H Sugeng Chairuddin kepada wartawan mengatakan sekarang ini sudah ada beberapa pihak swasta termasuk diantaranya dari perbankan dan properti telah melakukan penandatangan nota kesepahaman memorandum of understanding (MOU) untuk mendukung pembangunan bank Ramli di 3 kecamatan yakni Kecamatan Samarinda Ulu, Ilir dan Sungai Kunjang. ”Ini sebagai langkah awal, kita harapkan kedepannya pembangunan bank "Ramli" juga bisa dilakukan di semua kecamatan hingga ke level RT yang berada di Samarinda,” ucapnya.john
|