PDI P Dukung Bakat Putra Daerah2011-06-14 05:44:35
TANJUNG REDEB, Anggota Komisi I DPRD Berau Kurniadi SH mengatakan, Road Rice Berau Open Road Race 2011 yang diselenggarakan di Jalan Abu – Abu Teluk Bayur, mulai Tanggal 11 hingga 12 Juni kemarin, sebagai bukti dukungan DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kabupaten Berau terhadap bakat putra daerah, sebagai atlet balap motor yang profesional. Sebab harus diakui, potensi yang dimiliki putra daerah, khusus nya dibidang otomotif kurang terperhatikan oleh dinas instansi terkait. Hal itu dapat dibuktikan, karena sejauh ini Berau belum memiliki sircuit road rice yang permenan. Sehingga tidak perlu heran, jika jalan raya dijadikan alternatif sebagai ajang balap motor, untuk menyalurkan bakat remaja sebagai penunggang kuda besi di arena balap. “ Mereka, yang notabene pembalap pemula melakukan di jalan raya ini pun juga sangat terpaksa, mau latihan dimana mereka bingung. Karena kita nggak punya sircuit,” tegasnya. Menurut dia jika mau jujur, Berau seharus nya malu dengan Kabupaten Bulungan. Karena Bulungan sudah punya sercuit pemanen.Sementara Berau yang jauh lebih unggul dari segalanya sampai detik ini tak punya sircuit permanen. Ditambahkan Kurniadi, bicara soal sumber daya alam (SDA), Berau jauh lebih kaya dibandingkan dengan Bulungan, begitu puin sumber pendapatan, Berau jauh lebih banyak . “ Kalau ada yang bertanya ditanya apakah Berau mampu membangun sricuit seperti Bulungan? Jelas bisa jawabanya. Uang ada, lahan tinggal pilih, tunggu apa lagi,” ujarnya. Jika dilihat dari segi pembangunan fisik seperti gedung perkantoran pemerintah, PDAM Tirta Segah, pasar induk Berau sanggup membangunya. “Apa lagi sekedar membangun sircuit, saya yakin bisa,” imbuhnya . Hanya saja, sambung anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Berau ini, keseriusan Berau memangun sircuit itu belum ada. Sehingga, setiap ada even selalu mengunakan sircuit ala kadarnya, seperti di Jalan Abu – Abu Teluk Bayur kemarin. Disebutkan arena ala kadarnya itu kurang memenuhi standarisasi keselamatan. Baik untuk para pembalap, maupun para penonton yang ada di pinggir lapangan. “ Sehingga jangan heran, setiap even digelar ada saja korbannya, kalau nggak pembalap nya yang cidera, penontonnya yang cidera,” imbuhnya. Oleh sebab itu saran dia, Pemerintah Daerah harus segera membangun sercuit, karena pembangunan sircuit itu dapat menyumbang APBD. Selain itu, keberadaan sircuit itu juga dapat meminimalisir terjadinya kebut – kebutan di jalan raya, dan dapat menelurkan atlet berbakat di ajang otomotif. Pasalnya, berangkat menjadi pembalap profesional itu dari arena road race. Dan yang tak kalah penting nya, setiap road race digelar, selalu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Berau. Mulai dari anak – anak, hingga para orang tua, yang ingin menyaksikan langsung putra daerah beralaga di arena balap. Untuk itu, dengan digelar nya even tersebut, bagian dari tampungan aspirasi dari masyarakat Berau, lalu dilaksanakan oleh PDI P melalui Skaoy Cup binaan PDI P, dan bekerja sama dengan IMI Kaltim, Gepak, ORARI, dan organisasi masyarakat lain, dengan dibantu oleh jajaran Polres Berau, dan Yon Armed. “ Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan sukses. Kami usahakan even ini menjadi agenda tahunan, untuk menelurkan pembalap – pembalap yang profesional,” ungkapnya. roz
|