Awang Ajak Semua Kepala Daerah Berpihak Pada PetaniMampu Serap Naker dan Kurangi Kemiskinan
2011-06-16 21:56:29
TENGGARONG, Gubernur Kaltim H Awang faroe Ishak mengajak seluruh kepala daerah baik guberur maupun bupati agar dalam programnya senantiasa berpihak kepada petani. Sejauh ini menurut Awang Faroek, kebanyakan para kepala daerah dalam setiap kampanyenya sebagai calon kepala daerah selalu menyatakan keberpihakan kepada petani, berjanji memberi peluang dan kesempatan petani mengembangkan usaha pertanian melalui program-program pembangunan pertanian dalam arti luas yang menggiurkan. Namun sayangnya, lanjut Awang Faroek, setelah duduk menjadi kepala daerah, semua janji tinggal janji. "Mari kita bersama membangun daerah dengan berpihak pada petani," ajak Awang Faroek saat membuka acara Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Rabu (15/6). Terkait ajakan tersebut, Awang Faroek yang pernah menjadi bupati dua priode sebelum menjadi Gubernur Kaltim juga mengatakan dirinya juga selalu melakukan evaluasi diri terhadap komitmen keberpihakan terhadap petai. "Termasuk saya juga akan selalu mengevaluasi diri," kata Awang Faroek. Ajakan agar semua kepala daerah berpihak pada petani tentunya dengan alasan, dimana menurut Awang Faroek, sektor pertanian dalam arti luas telah mampu berkontribusi besar terhadap program pemerintah khususnya terkait ketenagakerjaan serta kemiskinan. Disebutkan Awang, sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja (naker) jauh lebih besar dibanding sektor industri. Kenyataan itu, lanjut Awang menunjukan bahwa pertanian mampu membatu mengurangi pengangguran yang tentunya akan menurunkan angka kemiskinan. Artinya, pertanian mampu mendongkrak ekonomi daerah bahkan negara. Apalagi jika melihat kemungkinan tanda-tanda terjadinya krisis pangan dunia, lanjut Awang Faroek menjadi alasan tepat kenapa keberpihakan pada pertanian itu perlu dan kenapa pembangunan pertanian dalam arti luas itu penting. Dalam hal ini, menurut Awang Faroek, yang menjadi motor penggeraknya adalah orgaisasi petani yakni KTNA. Dan yang paling penting lagi menurut Awang adalah organisasi KTNA itu bukan organisasi politik sehingga tidak ada kepentingan kelompok atau politik dalam kegiatannya. "Penas KTNA ini adalah momen keberpihakan pada petani karena kebangkitan pertanian ada di KTNA," kata Awang Faroek. Untuk diketahui, Rembug Utama KTNA kemarin atara lain untuk mengetahui beberapa pengalaman pertanian dari para pemimpin dan pejabat daerah mewujudkan kesadaran pengamanan diri dan lingkungan serta menyusun program kerja kelompok KTNA Nasional 2011 dan menentukan lokasi Penas KTNA yang akan datang. yd
|