Tantangan Peningkatan Pertanian Semakin BeratGubernur Buka Rembug Nasional KTNA
2011-06-16 22:33:17
SAMARINDA, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa pembangunan bidang pertanian akan terus di tingkatkan, karena tantangan dan tuntutan yang kita hadapi di masa akan datang juga akan semakin berat. Kalau tidak berbenah dari sekarang, maka bukan mustahil kita akan terus tertinggal. Dari segi teknologi dan penguasaan pasar misalnya, kita akan kalah bersaing dengan provinsi lain, apalagi dengan petani dari luar negeri. “Ancaman demikian pasti akan terjadi, karena sekarang ini kita sudah masuk pada perdagangan bebas dan pergaulan kehidupan dunia global. Perdagangan bebas menuntut kualitas produk, sedangkan globalisasi mau tidak mau juga akan melahirkan kerasnya persaingan,”kata Awang Faroek Ishak saat pembukaan acara Rembug Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam rangka menyongsong Pekan Nasional (Penas) ke-XIII Petani-Nelayan, yang dilaksanakan Rabu (15/6) di Gedung Putri Karang Melenu Tenggarong Seberang, acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, Wakil Bupati Kukar HM Ghufron, Ketua Umum KTNA. para pengurus dan anggota KTNA se-Indonesia, jajaran pemerintah pada kementerian pertanian, kehutanan dan kementerian kelautan dan perikanan, para petani, nelayan andalan, para pengusaha, kalangan akademisi, para peneliti dan para peminat Tani-Nelayan, dan undangan lainnya. Awang menambahkan, kalau kita kalah dalam persaingan, maka jangan heran bila kita akhirnya hanya menjadi negara pengimpor dan tergantung dari negara lain. Hingga kini Indonesia masih mengimpor beras, kacang kedelai, jagung dan lainnya dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun kemampuan teknologi dan rekayasa genetik yang dilakukan oleh para peneliti dan ilmuan di negara kita telah berhasil menemukan jenis-jenis baru, tapi belum bisa dikembangkan besar-besar karena terkendala berbagai faktor. “Oleh Karena itu, saya menganggap keberadaan KTNA sangat penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya memajukan pertanian khususnya, dan untuk kesuksesan pembangunan pada umumnya,”kata Awang. Menurut Awang, sehubungan dengan pelaksanaan Rembug KTNA ini, kepada para petani dan nelayan diharapkan, agar dapat meman-faatkan waktu yang tersedia untuk berdialog, mencari informasi dan bertukar-pikiran. Janganlah sungkan atau malu-malu untuk bertanya kepada siapa saja, karena kesempatan ini sangat langka. “Maka dari itu,harapkan agar dari hasil urung rembuk ini dapat dirumuskan langkah positif ke depan yang kiranya menjadi sumbangsih KTNA dalam menangani masalah-masalah Tani-Nelayan, bersama-sama dengan para pemangku kepentingan terkait lainnya di berbagai daerah di Indonesia,”ujarnya. Selain itu pada pertemuan ini, para peserta urun rembug hendaknya dapat, mengidentifikasikan berbagai peluang, tantangan dan hambatan yang dialami oleh para Tani-Nelayan alam pelaksanaan kegiatan usahanya secara ber-kelanjutan. Merumuskan kebijakan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dalam skala Nasional, maupun untuk lingkup Provinsi dan daerah masing-masing di Indo-nesia untuk masa yang akan datang. Merumuskan hal-hal yang prioritas dalam pengam-bilan kebijakan di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan dan perikanan, sesuai dengan situasi dan kondisi kekinian, baik untuk kepentingan Nasional maupun Provinsi dan daerah lainnya di Indonesia. “Hal tersebut sangat penting, karena dengan adanya gagasan KTNA dan dari berbagai pihak terkait lainnya, maka akan menjadi input bagi Pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya di Daerah dalam mengambil kebijakan di bidang pembangunan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, keluatan dan peri-kanan secara berkelanjutan,”pungkas Awang.mar/adv
|