Walikota Makan Bersama dengan Ratusan Pasukan Kuning2011-06-17 22:40:49
Bontang, Pembagian bonus piala Adipura ke-IV Kota Bontang yang berlangsung di pendopo Walikota, Kamis (16/6) siang kemarin berlangsung penuh keakraban. Walikota Bontang Ir Adi Darma msi,beserta Wakil Walikota Isro Umarghani, hadir menyerahkan langsung bonus Adipura, terlihat menikmati acara yang digelar lesehan oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan PMK Kota Bontang. Dengan rasa kekeluargaan yang tinggi, Walikota yang didampingi Wakil Walikota Isro Umarghani, dan Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan PMK Bontang, Agus Amir, duduk berbaur dengan 390 petugas kebersihan yang sudah terlebih dahulu memadati ruangan. Di depan ratusan anggota pasukan kuning, Walikota menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan pembagian bonus Adipura yang sudah dijanjikan sejak 7 juni lalu. "Maaf acara saya sangat padat, jadi baru hari ini ada waktu untuk menyerahkan bonus Adipura yang sudah saya janjikan," ujar Walikota Adi Darma. Menepati janjinya, Walikota menegaskan bahwa total bonus yang akan dibagikan kepada setiap anggota pasukan kuning tahun ini sebesar Rp 1,5 juta atau naik Rp 500 ribu dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini sebagai penghargaan atas kerja keras mereka menjaga kebersihan dan keindahan kota, sehingga Bontang kembali meraih piala Adipura ke-IV dari Kementrian Lingkungan Hidup. "Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras Bapak- Ibu sekalian. Piala Adipura ini adalah kebanggan kita bersama," ujar Walikota. Adi Darma berjanji akan kembali menaikkan bonus bagi pasukan kuning menjadi Rp 2 juta, jika Bontang dapat mempertahankan piala Adipura tahun 2012. "Saya janji tahun depan bonusnya akan kita naikkan jadi Rp 2 juta, kalau piala Adipura tetap bisa kita pertahankan," ungkapnya. Sementara di luar acara serah terima bonus tersebut, salah satu pasukan kuning sebut saja handoko (45) (bukan nama sebenarnya) berterimakasih yang sebesar-besarnya dapat memperoleh bonus sebanyak 1,5 juta, namun menurutnya kalau boleh di usulkan kenaikan gaji mereka, “sekarang kami menerima gaji harian hanya sebesar 45.000 rupiah,perharinya. sementara barang sembako saat ini naik drastic, karyawan lepas ini, mengaku sudah bekerja selama 10 tahun sebagai supir di PMK”. Ya pak, tolong kalau bisa gaji yang selama ini di naikkan sedikit mengingat, kebutuhan sembako kian melangit “ di tuturkannya, apalagi kalau kita sakit walaupun ada rekomendasi dari dokter namun gaji kami tetap di potong mas .namun ia hanya pasrah tak ada daya sementara di lain sisi keluarga kami butuh tunjangan sehari-hari tuturnya miris. hal senada di ungkapkan ibu yang enggan di korankan identitasnya yang mempunyai 7 orang anak ini, ia merasa bak simalakama,betapa tidak wanita (40) di satu sisi kami di tuntut melakukan pekerjaan kami ini tak perduli hujan maupun panas walaupun, ibu ini mengaku pernah di tabrak motor yang mengakibatkan kakinya patah namun tidak ada santunan yang di berikan pada kami. “Saya sudah kecelakaan yang mengakibatkan kaki saya patah, namun pihak dinas Pmk tidak mau tahu dengan apa yang terjadi pada saya, katanya pada poskota kaltim “Tidak ada santunan pak, padahal kami ini sudah menjalankan aktivitas kami dengan penuh semangat.”katanya, Wanita yang mengaku sudah bekerja 10 tahun ini berharap kenaikan upah. “Ya kalau bisa sich di naikkan pak, karena komoditi sembako kian meroket” tandasnya.wan
|