Terorisme Jadi Perhatian Dandim 0902/TRD2011-06-17 22:42:27
TANJUNG REDEB, Santernya isu terorisme yang beredar menjadi topik hangat dalam silaturahmi Dandim 0902/TRD, Letkol Arm Rabimin Sip dengan komponen masyarakat di wilayah Kodim 0902. Dalam dialog dengan masyarakat muncul pertanyaan yang berkaitan dengan penanganan terorisme di Berau. Melihat geografis Berau, tidak menutup kemungkinan Bumi Batiwakal menjadi target kaderisasi teroris. Dandim mengharapkan jalinan kerja sama Kodim dan element masyarakat dapat mencegah aksi teroris di Berau. Munculnya berbagai masalah yang berpotensi mengganggu ketertiban Masyarakat Kabupaten Berau turut menjadi perhatian Dandim. Kurang lebih sebulan menjabat sebagai Dandim, Rabimin mengakui sejauh ini meskipun masih terkendali, banyak potensi yang bisa memicu konflik bisa terjadi di Berau. “Namun dengan jalinan kerja sama kita semua, semoga itu bisa teratasi,” ujar Rabimin. Menanggapi masalah penanganan terorisme, dengan tersebarnya Koramil yang berada dibawah komando Dandim, agar menjadi tumpuan masyarakat ketika mengadukan setiap ada informasi yang berkaitan dengan potensi gangguan Kamtibmas,termasuk terorisme. “Koramil dan Babinsa kami sekarang sudah ada tersebar, bisa langsung melaporkan kepada mereka atau langsung kepada kami di sini,” lanjut mantan Danyon Armed 18/105 Tarik, Labanan ini. Apalagi sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004, tentang tugas pokok TNI,yang mana didalamnya tercantum salah satu Tugas Pokok Selain Perang (TPSP) adalah pemberantasan teroris. Hal itu selaras dengan wujud nyata mendukung Polri. Tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan ketua suku adat dayak, sekaligus ketua forum kerukunan antar suku Kabupaten Berau , Jiang Bith, bahwa dengan rendahnya pengetahuan dan minim pengalaman, masyarakat pedalaman sangat rentah dan mudah terprovokasi oleh gerakan kaderisasi teroris. Jiang Bith, sangat berharap dengan keberadaan unsur TNI khususnya Kodim 0902 ini bisa turut memberikan pemahaman akan rasa nasionalis kepada masyarakat Berau khususnya yang dipedalaman, sebab mereka, kata Jiang Bith bisa jadi sasaran empuk teroris karena kurangnya pengetahuan. Salah satu yang menjadi masalah lain dan bisa memicu permasalahan di daerah pedalaman adalah ego premodialisme. “Ini juga harus bisa kita luruskan,” sambungnya. Menjawab pertanyaan tentang munculnya paham-paham baru yang bermuatan SARA, Rabimin mengingatkan masyarakat untuk waspada. Kehadiran paham baru atas nama salah satu agama namun melenceng dari ajaran sebenarnya diakui sudah ada di Berau. Bahkan keberadaan mereka suudah cukup meresahkan masyarakat. Untuuk itu diharapkan kepada tokoh agama dan masyarakat agar lebih pro aktif. as
|