Dewan Provinsi Sidak Proyek Dana APBD I2011-06-17 22:43:11
TANJUNG REDEB, Mengawal pengelolaan anggaran yag bersumber dari dana APBD provinsi, wakil rakyat dari Provinsi Kaltim meninjau sejumlah proyek yang sebagian anggarannya dikucurkan keproyek fisik di Kabupaten Berau. Kamis (16/6), 4 anggota Dewan itu meninjau proyek turap depan Bandara Kalimarau yang sedang dalam pengerjaan. Rombongan yang dipimpin Hatta Zainal, meninjau proyek turap yang tengah dirundung masalah yakni roboh sebelum selesai dikerjakan. Dimana pancanggan besi sheetfile yang terpasang roboh sekitar kurang lebih 50 meter. Didampingi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah (DPU), Yudi Artangali, Kabid Pengairan DPU, Rahmad, PPK proyek Heru Mulyadi dan kontraktor pelaksana. Rombongan mendapat jawaban pasti dari kontraktor, dimana apa yang terjadi tetap menjadi tanggung jawab kontraktor hingga selesai. Termasuk penyelesaian badan jalan yang ikut longsor akibat proyek itu. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Mudiyat Noor, menanggapi masalah robohnya proyek tersebut, mengatakan, bahwa apa yang terjadi dan sesuai janji kontraktor akan dibenahi. “Ya itu tanggung jawab mereka, apalagi kita juga belum dapat laporan dari UPTD Pekerjaan Umum provinsi yang ada disini,” ungkapnya. Mengingat proyek tersebut dianggarkan sejak tahun 2010,namun terkendala keterlambatan pekerjaan hingga saat ini khusus pelaksanaan pekerjaan turap, kata Mudiat, belum ada disampaikan oleh UPTD kepada Dewan Provinsi. Namun untuk realisasi proyek lainnya yang terdapat dana sharing APBD I ditambabhkannya sudah selesai 100 persen. “Itu laporan UPTD, namun kita masih evaluasi,apakah benar yang disampaikan itu termasuk penilaian kualitas pekerjaan,kita tuurun hari ini ya untuk mengevaluasi realisasinya,” lanjutnya. Ditanya penyiapan anggaran untuk Kabupaten Berau bersumber dari APDB Provinsi, terlontar nominal Rp 108 miliar untuk tahun 2011. Semetara itu, kepada wartawan, menyangkut masalah robohnya turap yang sementara dikerjakan, kontraktor proyek, Gatot Edy, sedikit mulai menguak letak kesalahan dalam pekerjaan yang ditanganinya. “Tingkat kelabilan tanah yang berada disekitar turap yang roboh ini memang lepas dari perhitungan konsultan perencanaan,”ungkapnya. Dimana dari total panjang pekerjaan sheetfile 790 meter, menurutnya konsultan perencanaan hanya mengambil sample di 4 titik, dengan kata lain rentang kurang 200 meter terlewati dalam uji sample untuk menguji kelabilan tanah. Sementara kontraktor menurutnya hanya mengikuuti apa yang menjadi standar ditetapkan oleh konsultan. “Tapi semuanya tetap tanggung jawab kami,” ungkapnya. Sementara untuk mengurangi angka kerusakan badan jalan yang terus terjadi, untuk saat ini udah dilakukan pemancangan disisi badan jalan yang longsor. Tindak lanjut selain kembali akan dilakukan uji ulang, mendata ulang, dan menyelidiki tingkat kelabilan tanah dizona bermasalah itu. “Untuk menghiitung tangkur yang akan dipancang,kedalaman akuratnya berapa dan standar pemasangan trod,” tandasnya. as
|