Pemerintah Harus Buka TelingaPelaksanaan Penas KTNA ke XIII
2011-06-17 22:49:40
SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, dalam pelaksanaan Penas KTNA ke XIII, pemerintah, baik pusat dan daerah, dalam acara temu wicara yang akan dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan Penas, harus bisa membuka telinganya lebar-lebar guna mendengarkan aspirasi para petani dan nelayanan. "Dalam temu wicara tersebut ada 4 tujuan yang ingin dicapai yaitu memperluas wawasan para petani dan nelayan, karena dalam Penas berbagai kegiatan pameran dibidang pertanian dan perikanan secara nasional akan digelar,juga memberikan wawasan tentang kebijaksanaan pembangunan pertanian dan perikanan,"kata Awang Faroek Ishak belum lama ini pada acara dialog Kaltim Bangkit. Menurut Awang, disinilah seharusnya pemerintah, baik pemerintah pusat, gubenur beserta stafnya, bupati beserta stafnya, dan daerah harus buka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan aspirasi dan keinginan, gagasan dari para petani dan nelayan, dan hal ini sangat penting bagi aparat pemerintah untuk mendengarkan keluhan para petani, dan keluhan-keluhannya, dan apa yang disampaikan tersebut harus bisa dicarikan solusinya, dengan membuatkan kebijakan-kebijakannya didalam strategi pembangunan pertanian maupun perikanan di daerah. "Selain temu wicara, juga ada kegiatan rembuk nasional, dimana dalam rembuk tersebut bagaimana pemerintah bisa memberikan motivasi kepada para petani dan nelayan untuk bisa lebih makmur dan sejahtera, bukan saja bekerja untuk memenuhi hidupnya tetapi bagaimana mereka bisa lebih maju sehingga bisa mensejahterakan masyarakat,"ujarnya. Dalam rembuk nasional KTNA tersebut, tentunya juga bisa mengidentifikasikan berbagai peluang, tantangan dan hambatan yang dialami oleh para Tani-Nelayan alam pelaksanaan kegiatan usahanya secara berkelanjutan. Kemudian merumuskan kebijakan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dalam skala Nasional, maupun untuk lingkup Provinsi dan daerah masing-masing di Indo-nesia untuk masa yang akan datang. Sera merumuskan hal-hal yang prioritas dalam pengam-bilan kebijakan di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan dan perikanan, sesuai dengan situasi dan kondisi kekinian, baik untuk kepentingan Nasional maupun Provinsi dan daerah lainnya di Indonesia. "Ketiga hal tersebut sangat penting, karena dengan adanya gagasan KTNA dan dari berbagai pihak terkait lainnya, maka akan menjadi input bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya di daerah dalam mengambil kebijakan di bidang pembangunan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, keluatan dan peri-kanan secara berkelanjutan,"papar Awang. Dalam penyelenggaraan Penas KTNA ke XIII Kukar, ada beberapa acara pemeran ada pembangunan pertanian secara nasional, dimana dalam pemeran itu seluruh daerah peserta akan memamerkan hasil unggulan daerahnya, kemudian ada expo konteks peternanakan secara nasional, ada expo aqua kalcer, expo aqro poristri, kemudian kegiatan gelar teknologi.mar/adv
|