Polisi Masih Incar Jaringan Teroris di Kaltim2011-06-17 23:15:25
SAMARINDA, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim, Inspektur Jendral Bambang Widaryatmo tidak membantah jika polisi masih menyelidiki adanya jaringan teroris di Kaltim pasca tertangkapnya dua teroris di Kabupaten Kutai Kartanegara, Faisal dan Yuwardi. Bambang menyatakan data tersebut seluruhnya berada di tangan Datasemen Khusus (Densus) 88 yang mengetahui pastinya. "Bisa saja satu atau dua orang, datanya ada pada Densus, kami di daerah hanya membantu," kata Bambang Widaryatmo, Kamis, 16 Juni 2011 saat kunjungan kerja ke Polres Samarinda. Menurutnya, posisi kepolisian di daerah membantu dalam hal memenuhi kebutuhan, mulai dari anggota hingga melaporkan adanya gelagat yang perlu mendapatkan perhatian Densus 88."Kami anya menginformasikan yang tahu persis itu Densus, makanya jangan sampai kita salah tangkap," ujarnya. Berdasarkan data kepolisian, di Kalimantan Timur sudah tiga orang anggota teroris di tangkap di provinsi ini. Yang pertama Ali Imron di Pulau Berukang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Yang paling baru Densus 88 menangkap Faisal dan Yuwardi di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten KUtai Kartanegara pada 11 Juni 2011.Jendral bintang dua ini menyatakan bukan tidak mungkin Kaltim menjadi tempat persembunyian yang baru bagi para teroris. Melihat dari budaya serta agama mayoritas Islam, memungkinkan masuk dengan komunitas-komunitas muslim yang ada di Kaltim. "Mereka bisa mudah masuk, makanya kami minta kepada seluruh masyarakat membantu," katanya. M4n
|