Ida Afrida: RSBI Harus Jalan Terus

2011-06-20 05:11:01

BALIKPAPAN, Kepala SMP Negeri 3 Balikpapan Hj Ida Afrida mengatakan, keberadaan sekolah-sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Balikpapan harus tetap eksisi dan tetap bejalan karena RSBI merupakan program pemerintah pusat bukan program sekolah yang ada di Kaltim saja.
‘’Kalau selama ini ada pihak tertentu yang kurang mendukung adanya RSBI dan meminta agar tiap-tiap jenjang pendidikan hanya boleh satu saja RSBI mulai SD, SMP, SMA dan SMK sesuai keputusan menteri pendidikkan, kami tegaskan agar RSBI tetap jalan karena itu program pusat dengan maksud untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional,’’ terang Ida Afrida, ketika ditanya nasib RSBI di Balikpapan, di ruang kerjanya, Sabtu (18/6).
Dia mengatakan RSBI yang ada di Balikpapan memang terdiri dari SD ada satu sekolah yakni SD Negeri 01 Balikpapan Selatan, SMP ada tiga sekolah terdiri dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 termasuk SMP Nasional KPS, namun sekolah ini adalah RSBI Mandiri.
Ditingkat SMA juga ada dua sekolah, masing-masing SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5, sedangkan di tingkat SMK ada tiga sekolah masing-masing SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 4.
Menurut Ida, seharusnya kita dukung bersama kehadiran RSBI sebab daerah lain berkeinginan untuk memiliki RSBI tapi belum bisa sebab untuk bisa masuk menjadi sekolah RSBI tidak muda harus melalui penilaian atau evaluasi kementerian pendidikan nasional sedangkan sekolah-sekolah di Balikpapan sudah melalui penilaian itu sehingga kehadirannya perlu dipertahankan.
‘’Kan aneh, sudah ada RSBI tapi kemudian ditolak, ini sangat disayangkan, namun untuk Balikpapan memang tidak ditolak tapi diminta agar masing-masing tingkatan cukup hanya ada satu sekolah RSBI untuk tiap jenjang pendidikan,’’ ujarnya menambahkan.
Mantan Kepala SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 1 Balikpapan ini mengatakan, RSBI sebenarnya harus diakui memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan reguler untuk tingkatan yang sama, sebab di RSBI sudah ditetapkan dalam satu ketentuan kalau kepala sekolah RSBI harus sudah S2 atau S3, sedangkan guru yang linear juga harus S2 atau guru bidang studi harus sudah S2, kalau belum harus diupayakan untuk disekolahkan lagi sehingga meraih S2.
Selain itu, sistim belajar mengajar disesuaikkan dengan kurikulum internasional dan harus mengajar dalam bahasa Inggris, jika sekolah RSBI belum mampu kearah itu agar dilakukan secara bertahap sehingga bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar saat mengajar, selain itu pembelajaran dengan sistim informastika dan teknologi (IT), juga tiap sekolah harus memiliki sekolah ‘saudara’ atau school sister baik dalam negeri atau luar negeri.
Yang membuat pihak tertentu tidak mendukung sepenuhnya adanya RSBI karena pendidikan dijenjang ini memang harus melibatkan berbagai pihak tidak hanya pemerintah tapi juga boleh masyarakat, orang tua murid atau perusahan yang ada disekitar sekolah, karena pembiayaan pendidikan untuk RSBI memang terbilang sangat besar apalagi kalau siswa harus melakukan anjang sana keluar negeri ke sekolah sahabat atau sister school.
Untuk SMP Negeri 3, kata Ida, pihaknya tetap menjalankan program RSBI yang disetujui oleh Kementerian Pendidana seperti bisa melibatkan berbagai pihak dalam mendukung suksesnya sekolah bertaraf interansional ini.
Tahun ini kami ditargetkan menerima siswa RSBI sebanyak 7 kelas dengan total siswa sebanyak 224 siswa, sedangkan untuk regular hanya 1 kelas dengan jumlah siswa 32 orang dan untuk kelas Gakin, BL dan siswa berprestasi sebanyak 1 kelas dengan jumlah siswa 32 orang sehingga total keseluruhan kelas yang akan kami terima sebanyak 9 kelas dengan jumlah siswa seluruhnya 288 siswa dan para siswa yang diterima dari wilayah Gunung Samarinda, Muara Rapak dan Karang Jati.
Marmo, Bidang SD/SMP Disdik Provinsi Kaltim mengatakan, kalau ada pihak-pihak tertetun yang tidak mendukung hadirnya RSBI itu sangat keliru, mereka tidak mengerti apa itu RSBI dan bagaimana kalau RSBI itu berjalan dan apa sasaran akhir dari sekolah jenis itu.
‘’Harusnya pihak-pihak tertentu mendukung hadirnya RSBI karena ini program pusat dan banyak daerah yang belum memiliki sekolah jenis seperti itu dan terus berharap agar RSBI bisa ada didaerah mereka, kenapa di Balikpapan justru tidak mendukung sepenuhnya,’’ jelasnya.  
Memang saya dengar, lanjutnya, RSBI tetap ada di Balikpapan tapi cukup satu sekolah tiap jenjang pendidikan. "Ini keliru kalau pusat sudah menilai Balikpapan harus ada sekian banyak RSBI, itu harus didukung dan agar RSBI itu tetap bejalan dengan baik silahkan limpahkan pengelolaan ke Disdik Provinsi Kaltim dan itu berarti RSBI Balikpapan tidak akan bergantung anggaran dari APBD," ujarnya.  max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...