Satlantas Perkenalkan System KIOSK2011-06-20 05:12:57
TANJUNG REDEB,Perbaikan pelayanan terhadap masyarakat Berau, Satlantas Polres Berau mengadopsi sistem KIOSK Uji teori SIM online. Sistem ini sudah mulai diperkenalkan sejak Maret 2011. Namun untuk produksi aktif baru pada awal April. Hingga akhir Mei 2011 sudah 2322 pemohon SIM Berau yang menggunakan sistem yang berbasis tekhnologi internet ini. Menurut Kapolres Berau,AKBP Endro Prasetyo,melalui Kasat Lantas Polres Berau AKP Gede Pasek M,Sik, KIOSK merupakan generasi penerus sistem Audio Visual Integrated System (AVIS) dalam pembuuatan sistem online. “Validasi data pemohon Berau saat ini langsunng masukk dalam server pusat di Jakarta, kalau dulu baru termonitor di Polda Kaltim saja, nah sekarang sudah bisa diakses seluruh Indonesia,” jelas Kasatlantas. Untuk semua pemohon SIM baru harus menjalani tes teori dengan system ini. “Kecuali perpanjangan SIM yang matinya dibawah setahun,” lanjutnya. Polres Berau menurutnya turut mengikuti perkembangan zaman, salah satunya adopsi system KIOSK sebagai wujud mempermudah pengurusan sekaligus transparansi pembuatan SIM. Menyiasati kendala masih banyak masyarakat yang gagap tekhnologi, Satlantas juga menyiapkan waktu khusus untuk remedial tes bagi pemohon SIM baru. Dalam sesi ini, baik pemohon baru maupun pemohon yang gagal tes teori pertama dibimbing untuk melakukan pegenalan pada perangkat computer khusus yang disiapkan, dipandu oleh petugas dari Satlantas. “Kita akui banyak masyarakat belum mengenal sistem ini atau perangkat computer,makanya kita siapkan remedial test, masalahnya hanya satu, yakni kita tergantung pada jaringan Telkom sebagai penyedia sarana internet,”ungkapnya. Dengan keterbatasan itu, hingga ditetapkan pembatasan peserta dari pemohon test yakni berkisar antara 60 hingga 70 orang dalam sehari. Sementara itu, Kanit Regident,Ipda Edy Haruna, menjelaskan KIOSK merupakan sistem yang sangat terjaga keabsahannya dari tindak kecurangan. “Sebab petugas sekalipun tidak dapat membuka akses soal test selain pemohon yang ditandai dengan sidik jari pemohon,” jelasnya. Meski sama-sama termonotor langsung oleh daerah lain, namun disebutkan Sistem KIOSK jauh lebih canggih dibandingkan AVIS. Sebab generasi sebelumnya hanya termonitor langsung sampai di Polda saja. “Masalahnya hanya saat ada gangguan jaringan dan banyak pemohon yang belum familiar dengan computer,” sambungnya.. Sementara itu, ditanya wartawan salah seorang pemohon SIM, H Masdar, warga jalan Gajah Mada, Kecamatan Tanjung Redeb mengaku puas dengan sistem baru yang diterapkan. “Lebih cepat dan lebih mudah, hanya awalnya saja agak susah karena belum tahu computer, kalau soal yang diberikan mudah saja dipahami, tidak sama ketika saya buat SIM dulu susah,” ungkapnya. as
|