Standarisasi NEM Hambat Mutu Pendidikan2011-06-20 05:14:45
TANJUNG REDEB,Kurniadi SH,Anggota DPRD Berau menyayangkan pemberlakuan standarisasi NEM sebagai syarat seleksi masuk di SMK Negeri I Tanjung Redeb. Menurut dia standarisasi itu justru menghambat siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang tinggi. Padahal kata dia, NEM yang tinggi belum tentu bisa lulus tes. Sementara yang NEM lebih rendah belum tentu tidak lulus seleksi. “ NEM hanya persyaratan, yang diutamakan hasil . Apa susahnya diberi kesempatan ikut tes,” tanya dia. Kata dia, meski SMA Negari (SMA Plus.red) Sambaliung dan SMA Negeri 1 Tanjung Redeb kerap mengukir prestasi, melalui berbagai even tingkat pelajar, hingga tingkat internasional. Tetapi menurutnya daftar mengikuti seleksi siswa baru SMA Negeri I dan SMA Plus tidak pernah mengutamakan persyaratan NEM. Tetapi diutamakan adalah siswa yang bersangkutan harus lulus tes. Jika tes lulus, maka siswa yang bersangkutan bisa menjadi pelajar di sekolah tersebut. Diungkapkan, NEM tinggi itu pun juga dipertanyakan. Pasalnya, bisa jadi NEM siswa yang bersangkutan ada ikatan keluarga dengan guru, atau kepala sekolah dimana asal siswa itu bersekolah. Ini tidak menutup kemungkinan, karena unsur KKN itu bisa saja terjadi di sekolah mana saja. Apa lagi kepala sekolah atau gurunya ada ikatan keluarga dengan siswa yang bersangkutan, ini besar kemungkinan terjadi.,Jadi paling tepat standarisasi itu berdasarkan kelulusan tes, bukan NEM,” pungkas Kurniadi. roz
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...