Kesetaraan Gender Pacu Pembangunan2011-06-20 05:15:24
TANJUNG REDEB, Anggota DPRD Kabupaten Berau, Hj Yusnita ditemui belum lama ini menuturkan, diera globalisasi perempuan memiliki kesempatan sama berkiprah dalam semua sektor lini kehidupan. “Tidak hanya ketika dekat peringatan hari kartini gema ini disuarakan, akan tetapi harus selalu ditanamkan dalam diri masing-masing individu baik pria maupun wanita, agar tidak ada kesenjangan,” ungkapnya. Melihat kaum perempuan dalam pembangunan daerah seperti Berau yang mengalami peningkatan, diminta agar mampu menunjukan eksistensi dalam pembangunan daerah. Kiprah perempuan itu menurut Yusnita , meski berkodrat terbatas, serta tetap memegang prinsip gender. Ditambahkan, memang dalam hal emansipasi, wanita boleh melakukan apapun yang mereka inginkan tetapi tidak diluar konteks dimana dalam kodratnya mereka juga harus mengurusi anak dan suaminya. "Mereka harus tetap menghormati kaum pria, kecuali jikalau pria-pria atau suami mereka tersebut melakukan suatu tindak kekerasan (fisik maupun psikologis) terhadap wanita atau seorang pria melakukan penyelewengan terhadap mereka.Perlu ada pemahaman yang mendasar terkait topik ini, yang jelas kodrat sebagai perempuan jangan sampai dilupakan, perlu terporam secara peran-peran perempuan Berau dalam keterlibatannya dibidang pembangunan,”lanjutnya Dengan, keterprograman, itu adalah secara terus menerus bersatu bahu membahu membuang penilain miring peran perempuan itu terbatas serta tidak setara dengan pria,”Kesetaraan ini harus selalu dipupuk sehingga selalu terjaga,”papar Yusnita. Untuk bisa minimal menjaga agar semangat peransertra perempuan itu terus mengemuka Yusnita menegaskan tidak hanya di munculkan oleh perempuan. Ia lalu menunjuk pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten menjadi bagian tidak terpisahkan untuk tetap menjaga agar peran perempuan selalu terjaga dan dijamin oleh negara. Jaminan oleh negara itu menurut dia terletak konsekuensi penataan aturan dengan melibatkan perempuan sebagai objek utama.Objek terpenting itu diantarnya secara khusus mendorong perempuan bermukim di daerah terpencil dan pedalaman memperoleh kesempatan pendidikan. Ia mengatakan demikian karena membangun kesetaraan gender bukan perkara mudah dan selalalu menghadapi kendala.”Kendala paling sering muncul adalah kekurang pahaman serta informasi terhadap program khusus untuk perempuan.Minimnya informasi ini tentu memberikan beban berat bagi perempuan memperoleh pendidikan mencukupi ,” tegasnya.as
|