Warga Bangun Rejo Demo PT Kitadin
2011-06-20 05:20:30
TENGGARONG, Kondisi jalan di Desa Bangun Rejo L III Kecamatan Tenggarong Seberang, tepatnya di Blok DI yang menghubungkan Blok DII dan Desa Embalut longsor akibat penambangan yang dilakukan sub kontraktor perusahaan PT Kitadin, yakni Arka Aptapratista dan Riung Mitra Lestari didemo warga setempat. Sekitar pukul 13.45 wita Jumat (17/6), puluhan warga yang terdiri dari Ketua RT, Dusun Bangun Rejo, tokoh masyarakat dan para pemuda lainnya bersama-sama bergerak menuju lokasi jalan longor. Melihat puluhan warga, pihak sub kontraktor perusahaan yang beroperasi dikiri kanan jalan seketika itu juga lengsung menghentikan aktivitas operasinya. Bahkan warga berteriak meminta kepada perusahaan agar jalan umum tersebut diperbaiki sebagaimana sebelumnya. "Aksi demo ini kami lakukan karna, akses sehari-harinya jalan yang kita lalui ini sudah tidak bisa dilalui berlumpur dan longsor, kasihan anak-anak kami sekolah sehari-harinya melewati jalan ini dan sekarang longsor," kata warga saat itu. Tidak lama menunggu pihak manajen PT Kitadin mendatangi warga yang telah berkumpul persis di jalan yang longsor. Dia meminta maaf dan menjelaskan untuk inta pengertian kepada warga. "Terus terang kami mohon maaf, badan jalan sudah kami persiapkan dan kondisinya kalau dipaksa tetap tidak akan bisa, kita kahawtiran korban jiwa, dan kita sudah siapkan jalan penggantinya," terangnya. Mendengar penjelasan tersebut warga tidak terima. "Kalau tidak ditambang kiri kanan jalan tidak akan terjadi longsor seperti ini. Pokoknya kami minta jalan umum ini diperbaiki seperti sebelumnya dan akses jalan tidak terputus akibat penambangan," kata warga. Kepala Dusun Bangun Rejo Ardan mengatakan warga menginginkan jalan kembali seperti sedia kala. "Jalan longsor inilah yang dituntut warga agar pihak perusahaan memperbaikinya seperti semula dan dapat dilalui seperti biasanya," katanya. Bahkan kata warga, perusahaan memindahkan air PDAM dan Listrik sekaligus membuat jalan tanpa ada komunikasi dengan warga setempat. "Kami tidak mau melewati jalan yang begitu jauh dari semula, kasihan anak-anak kami yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki, sangat jauh," ujarnya. Dari pantauan media ini dilokasi, suasana semakin memanas karna tidak ada titik temu antara penjelasan dari perusahaan dengan tuntutan warga yang menginginkan jalan diperbaiki. Bahkan sempat terjadi insiden yang tidak diinginkan, salah satu dari pengawal perusahaan PT Kitadin adu mulut dengan warga dan terjadi pemisahan. Namun tidak lama kemudian pengawal tersebut langsung menuju mobilnya dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Suasana tambah panas. Beruntung tidak terjadi korban jiwa, dan berhasil diredakan. Namun warga sedikitpun tak gentar dengan kejadian itu, tetap bertahan dan meminta perusahaan memperbaiki jalan longsor. Tidak lama kemudian pihak perusahaan mendatangkan alat beratnya untuk memperbaiki jalan longsor tersebut dengan terus diawasi puluhan warga yang tidak mau meninggalkan lokasi sebelum jalan tersebut diperbaiki dan bisa dilewati. "Kita hanya ingin jalan longsor itu diperbaiki, itu saja. Tapi kenapa terjadi seperti ini bahkan sampai mengeluarkan parang segala untuk menghadapi warga," sesal warga.
|