Ratusan Kendaraan Antre di Pelabuhan Kariangau2011-06-21 00:21:10
BALIKPAPAN, Antrean panjang kembali terjadi di jalur pelabuhan feri Kariangau. Sedikitnya ada 362 kendaraan roda empat dan enam yang menunggu giliran untuk bisa diseberangkan dari Pelabuhan Kariangau ke Pelabuhan Penajam. Ini belum termasuk kendaraan roda dua yang juga jumlahnya cukup besar. Antrean mencapai lebih 1 Km, mulai dari halaman parkir kendaraan dipelabuhan feri Kariangau sampai depan PT Emeco, itupun masih berdatangan kendaraan lain yang juga ikut menyusul pada antrean yang semakin panjang. Terjadinya antrean dijalur pelabuhan itu dikarenakan papan ulin jembatan atau movable bridge sudah lapuk dan banyak yang patah sehingga harus diganti. Penggantiannya diperkirakan hanya memakan waktu selama 4 hari dan diharapkan Kamis (23/6) sudah boleh beroperasi secara normal. Demikian dikatakan Kepala Pelabuhan Kariangau Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub RI, Abdul Madjid saat ditanya adanya antrean yang sangat panjang, Senin (20/6) diruang kerjanya. Menurutnya, kendati terjadi antrean tidak menjadi hambatan untuk mengatur kelancaran angkutan feri Balikpapan-Penajam. "Sebab kita mengoperasikan tujuh kapal dan ada juga yang standby, diperkirakan sekitar pkl. 20.00 Wita malam ini semua kendaraan dari Balikpapan sudah terangkut," terangnya. Ditanya apakah dapat mengganggu angkutan peserta Penas XIII KTNA Kutai Kartanegara (Kukar), Madjid mengaku karena adanya kegiatan nasional itu maka pelabuhan yang papan ulinya sudah patah-patah dan rusakdiperbaiki sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. ‘’Kami sudah perhitungkan perbaikan papan ulin di moveble bradge akan tuntas pada Kamis mendatang dan saat itu angkutan peserta Penas XIII yang akan pulang ke Kabupaten PPU, Kabupaten Paser, peserta dari provinsi Kalsel dan Kalteng sudah bisa lewat dermaga itu karena kami rencanakan pengerjaan pelabuhan tersebut hanya memakan waktu empat sampai lima hari saja,’’ terang Madjid. Sejumlah pengemudi dan penumpang kendaraan yang sudah parkir di halaman parkir pelabuhan Kariangau dan sebagian yang masih di antrean panjang di belakang kantor pelabuhan feri mengaku kecewa karena pengelolah pelabuhan lambat mengerjakan perbaikan jembatan. "Padahal kerusakan itu kan sudah lama, masa nanti ada korban jiwa baru jembatan itu diperbaiki," kata Mahmudi warga Lolo, Kabupaten Paser. Nada yang sama juga dikatakan pengemudi Pick Up Mitshubisi tujuan Tanjung, Kalsel, Hairul, dia mengatakan sudah menunggu lebih kurang tiga jam tapi belum mendapat bagian untuk masuk kapal feri, padahal kami menunggu sudah cukup lama, belum lagi kawan kami yang berada dideretan belakang padahal kami harus berangkat bersamaan. Ditanya apakah keluhan sudah disampaikan kepada pengelolah pelabuhan, Hairul mengaku kalau hal itu sudah disampaikan kepada petugas lapangan namun mereka hanya mengatakan kalau antrean seperti ini merupakan hal biasa dan sering terjadi, ini bukan karena kurangnya kapal feri tapi memang masih ada gangguan dipelabuhan utama sehingga harus menggunakan pelabuhan pelingsir. Masih menurut Madjid, pihaknya terus memantau perbaikan dermaga pelabuhan feri dengan maksud agar pengerjaan itu tidak terlambat apalagi pemulangan peserta nasional KTNA akan kembali kedaerah masing-masing, olehnya kami berharap agar sebelum penas KTNA ditutup oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perbaikan moveble bradge sudah tuntas. max
|