Andi Agoes : Pengawasan Tidak Jalan

2011-06-21  00:55:16

BALIKPAPAN, Ketertinggalan, keterbelakangan dan keterisolasian kawasan perbatasan di Kalimantan Timur ternyata masih menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah daerah dan pusat. Keterbelakangan pembangunan itu menimbulkan berbagai persoalan serius, antara lain barang kebutuhan pokok serta barang  lainnya, dua kali lipat bahkan ada yang tiga kali lipat ketimbang harga normal. Salah satu penyebabnya biaya angkut tinggi karena semua dibawa melalui transportasi udara.
Selain itu, jauhnya pengawasan pemerintah provinsi dan pusat, membuat daerah merasa tak terjangkau dalam pengunaan dana APBD dalam berbagai proyek pembangunan. Dalam perjalanan Jurnalistik Perintis Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Korwil IV Kalimantan ke perbatasan Kaltim selama lima hari, Danang Agung wartawan Poskota Kaltim mengupas dalam tulisan ini.
Siang, anggota PPKRI dan sejumlah wartawan tiba di Tarakan. Setelah beristirahat sejenak, tim di bagi dua, satu menuju Tana Tidung,selebihnya ikut  ketua PPKRI Korwil IV Kalimantan Andi Agoes ke Bulungan, untuk silaturahmi dengan Bupati Budiman Arifin.
Tiba dirumah bupati Bulungan, nampaknya nasib tak beruntung tim PPKRI. Lebih dari tiga jam menunggu hingga magrib, Budiman Arifin tak dapat ditemui, lantaran malam hari akan bertemu Kapolda Kaltim. Tim PPKRI dan wartawan yang menunggu di pos keamanan hanya melihat mobil bupati lewat, tanpa ada sepatah sambutan atas kedatangan  tim ini.
Namun, jam sepuluh malam lewat, tanpa diduga, Budiman Arifin mendatangi ketua PPKRI di penginapan. Sebagai sahabat lama, Budiman meminta maaf karena tidak sempat menerima dirumah jabatan.  Diskusi dengan bupati Bulungan dengan Andi Agoes sangat hangat. Berbagai masalah daerah, pembangunan dan pemekrana Kalimantan utara menjadi topik hangat malam itu.
“Dia (Andi Agoes) sahabat lama saya, tiga puluh tahun kami tidak bertemu,”ujar Budiman.
Hampir dua jam diskusi hangat terjalin, Budiman undur diri. Sebelum berpisah Budiman, meminta pada Andi Agoes untuk berpoto ditengah malam. Tergesa—gesalah wartawan poskota ini mengambil kamera mengabadikan moment langka ini.
Keesokan hari, tim menuju Malinau. Di dampingi Philipus, mantan anggota TNI, ditunjukkannya banyak pembangunan bermasalah yang perlu mendapat perhatian masyarakat, namun sejauh ini pernah tidak mencuat. Salah satunya, pembangunan jembatan yang tak rampung, perumahan polisi yang tidak dialiri air dan listrik, sehingga banyak penghuninya meninggalkan perumahan tersebut dan jalan rusak yang digunakan untuk kegiatan tambang batubara.
“Ini bukti jika pengawasan pembangunan yang menggunakan APBD tidak berjalan. PPKRI tidak akan tinggal diam, kita akan monitoring dan menyuarakan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di perbatasan,”  diungkap Andi Agoes.
Penyimpangan-penyimpangan seperti inilah, menurut Andi Agoes salah satu penyebab pembangunan perbatasan hingga kini belum dapat berkembang secara maksimal. Bupati, dan dinas-dinas terkait tidak dapat sinergi secara baik, membangun daerahnya yang tertinggal.(Nang)

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...