Sampah di Jl Perniagaan Meluber ke Jalan2011-06-21 03:28:09
SAMARINDA, Tumpukan sampah yang overload atau melebihi kapasitas bak sampah kerap terlihat di sejumlah kawasan di Samarinda. Seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Jl Perniagaan, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. Sudah satu bulan belakangan ini TPS di lingkungan RT 14 Jl Perniagaan itu penuh sesak oleh tumpukan sampah. Bahkan sampah yang menumpuk melebihi daya tampung bak sampah yang berukuran 1x2 meter tersebut hingga meluber ke jalan raya. Bak sampah itu diketahui dibangun secara swadaya oleh warga setempat. Namun menurut warga, sejak bak sampah itu dibangun awal Juni silam, sampai saat ini sampah yang menggunung di tempat sampah tersebut tak pernah diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda. Alhasil luberan sampah sampai ke badan jalan, dan mengeluarkan bau menyengat yang jelas mengganggu kenyamanan warga. Warga sekitar membenarkan sejak bak sampah tersebut dibuat pada awal Juni lalu, belum pernah sekalipun ada petugas DKP yang mengangkutnya. Sukamto warga RT 14 yang juga pedagang mengatakan bahwa sampah di TPS ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga, tapi tidak ada tanggapan dari DKP Samarinda untuk mengangkut. Sampai baunya itu sangat mengganggu, apalagi sampahnya sudah penuh sampai ke jalan. "Kita tidak bisa lagi kalau jalan kaki melewati trotoar, karena jalan sudah dipenuhi sampah. Kami mempertanyakan kemana petugas kebersihan kota ini, kok dibiarkan saja begini. Pantas saja Kota Samarinda lepar dari Piala Adipura," kata Sukamto, Senin (20/6). Sebenarnya kata dia, kalau segera diangkut sampah yang ada tidak terlalu menumpuk banyak apa lagi TPS yang ada berdekatan denga rumah dan tempat berjualan warga. Jangan sampai masarakat luar Kota Samarinda mengecap kota yang jorok. Sementara itu, saat dikonfirmasi Sapos, Lurah Bandara Joni Handoko mengatakan mengatakan bahwa terjadinya penumpukan sampah itu akibat keterlambantan koordinasi antara Kelurahan Bandara dan DKP Samarinda. Keterlambatan koordinasi itu karena menunggu semen bak sampah itu kering. Tapi ternyata, meski semen belum kering, warga sudah menumpuk sampah di TPS tersebut. "Kami juga tidak tahu kalau ternyata warga sudah menggunakanya. Padahal semen bak sampah itu belum kering benar. Tapi Kamis kemarin sudah kita laporkan, bahkan laporan tertulis juga sudah ada, tapi belum ada tindak lanjut DKP untuk mengangkut sampah tersebut," kata Joni Handoko. Ia menerangkan, pembangunan TPS itu adalah pemindahan TPS di Jalan Tantina. Selain itu juga pembangunan bak sampah murni swadaya dan insiatif warga. "Kami dari kelurahan hanya membantu back up saja. Tapi kalau adanya bak sampah itu juga menimbulkan permasalahan, bisa saja akan dihapuskan juga," ujarnya. Dengan adanya keluhan dan protes bagi warga sekitar Jalan Perniagaan diharapkan kepada DKP untuk sadar dan segera melakukan penganggkutan sampah agar tidak makin menumpuk dan membuat penyakit bagi warga sekitar TPS tersebut. aon
|