Utamakan Pendidikan2011-06-22 06:00:19
Bontang, Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Sidrap (FKMS) Drs Yonanis Parammangan, saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan tidak masuknya data RTM (Rumah Tangga Miskin) Kampung Sidrap dari database Pemkot Bontang. Pasalnya, dihapusnya data RTM itu tidak hanya berdampak hilangnya kuota Raskin bagi warga Sidrap, tapi juga berdampak pada bidang pendidikan. "Okelah kalau Raskin yang hilang mungkin warga masih bisa mencari makan di tempat lain, tapi masalah ini berdampak pada pendidikan anak-anak dari keluarga Gakin," ujar Yohanis, Senin (21/6) kemarin. Dijelaskan, salah satu dampak rill yang sudah dirasakan adalah hilangnya hak pelajar dari Gakin untuk mendapatkan kuota 25 persen Penerimaan Siswa Baru (PSB) di setiap sekolah negeri tanpa tes. Padahal dengan adanya kuota, kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang gratis dan murah di Sekolah Negeri. "Ini yang kami sayangkan. Kami berharap-harap pemerintah benar-benar memperhatikan masalah pendidikan. Ini yang perlu diutamakan. Saya khawatir ada siswa kurang mampu yang tidak lolos Sekolah Negeri, sehingga terpaksa masuk ke sekolah swasta yang notebene sangat mahal," paparnya. Yohanis, berharap Pemkot Bontang tetap memberikan kebijakan agar anak-anak kurang mampu dari Kampung Sidrap tetap mendapat perlakuan yang sama dengan pelajar lain di Kota Bontang. "Saya menilai masalah ini bisa diselesaikan karena terbukti sampai sekarang warga Sidrap masih bisa menikmati Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari Bontang," pungkasnya. wan
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...