WTS Dibekali Ketrampilan2011-06-23 06:27:25
SAMARINDA,Pemkot Samarinda melaluiDinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Samarinda bekerjasama dengan Dinas Sosial membekali ketrampilan salon kecantikan kepada 20 Wanita Tuna Susila (WTS.Sehingga ketika kembali berbaur dengan masyarakat sudah mempunyai bekal untuk masa depan mereka. “Bukan hanya masalah kesehatan. Kita juga akan berupaya secara komprehensif membekali ketrampilan sehingga siap ketika kembali berbaur dengan masyarakat. Karena mereka tidak selamanya di lokalisasi, sebab tidak selamanya mereka tetap cantik dan muda usianya. Mulai hari ini kita membekali 20 WTS ketrampilan salon kecantikan,” ungkap kepala Dinkessos Samarinda H Sulaeman Sade dalam sambutannya pada Penyuluhan Sosial dan Bimbingan Ketrampilan bagi WTS di Lokalisasi Bandang Raya Solong, kelurahan Mugirejo, Rabu (22/6). Disebutkan Sulaeman setelah pelatihan selama 20 hari ini, dari 20 WTS tersebut akan dibentuk 4 kelompok usaha bersama (KUBe) Salon Kecantikan yang beroperasi di lokalisasi Solong. “Setiap kelompok terdiri dari 5 WTS. Jadi tidak sampai hanya pelatihan saja, nanti mereka akan dicarikan tempat oleh koordinator lokalisasi, kemudian kita kembali memberikan bantuan peralatan salon lengkap. Jadi 4 KUBe ini akan menjalankan usaha salon. Pangsa pasarnya juga warga sini,” ucap Sulaeman lagi. Tak hanya dilepas disini, sebut Sulaeman sewaktu usaha salon ini akan dicek, apakah aktif atau tidak, atau apakah sudah berkembang dan sebagainya. “Suatu waktu saya juga akan ngecek ke sini. Bisa juga sambil saya ptong rambut di sini,” sebut Sulaeman sambil guyon. Sementara, wakil ketua TP PKK Samarinda Hj Sri Lestari Nusyirwan mewakil ketua TP PKK dalam arahannya menyambut positif dan meminta Dinkessos bisa berkolaborasi lagi dengan instansi teknis lainnya. “Bisa nanti dengan Disperindagkop Kaltim. Kan ketrampilan sudah, tinggal bagaimana kita menanamkan motivasi lagi serta membekali manajemen wirausaha bagi mereka maupun perkuatan permodalan,” ungkap isteri wakil walikota ini. Sri mengatakan ketrampilan yang diberikan kepada 20 WTS ini nantinya akan terus berkembang lagi. “Tidak hanya kepada 20 saja. Nanti yang lainnya bisa sambil belajar sama teman-temannya di salon yang sudah ada di sini. Jadi tidak mesti menunggu pelatihan dari pemerintah, tapi yang sudah dilatih bisa berbagi. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat,” imbuh Mba Lis—demikian Sri akrab disapa. Dengan demikian lanjutnya, para WTS ini bisa mandiri dan bisa bersaing ketika kembali di masyarakat. “Selain pembekalan ketrampilan, nanti perlu juga sosialisasi terkait undang-undang perlindungan wanita terhadap kekerasan, supaya ada modal ketika menerima kekerasan dan menuntut secara hukum,” usulnya. Kepada 150 peserta penyuluhan Ia mengingatkan tidak lengah masalah kesehatan dan tidak selalu memakai kondom. “Ketika kembali ke masyarakat, selain ketrampilan sudah ada, kita juga sehat,” tuturnya. john
|