3.000 Peserta dan Undang Saksikan Video Tele ConferenceDialog Presiden SBY dengan petani
2011-06-23 06:36:47
TENGGARONG, Sebanyak 3.000 peserta dan undangan menyaksikan video tele conference dialog Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama petani yang disaksikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Fadel Muhammad dalam dalam rangka puncak PENAS KTNA 2011 di Tenggarong, Rabu (22/6). Demikian dinyatakan Ketua Panitia PENAS KTNA 2011 Kaltim M Yadi Sofyan Noor usai dialog video tele conference yang di gelar di Gedung Pencaksilat Komplek Stadion Aji Imbut Tenggarong. “Dari 3.000 peserta tersebut terdiri dari petani nelayan 2.500 dan 500-nya undangan. Di mana, 500 undangan tersebut terdiri dari pejabat Pemprov Kaltim baik dari Muspida hingga pejabat eselon II, termasuk panitia pusat maupun daerah,” ujar M Yadi Sofyan Noor ketika ditemui wartawan usai penyelenggaraan dialog. Menurutnya, undangan dan peserta yang hadir dalam dialog tersebut sudah diatur pada hari sebelumnya. Di mana, undangan dari Pemprov Kaltim sebanyak 120 undangan. Kemudian, pemerintah kabupaten dan kota sebanyak 100 orang dan pusat 80 orang. Selain itu, lanjut dia, sisanya yang juga mengikuti acara tersebut dihadiri penerima penghargaan, kemudian peserta temu wicara, pengurus KTNA Nasional, Ketua Provinsi KTNA. Lantas berapa jumlah penerima penghargaan yang diberikan, Sofyan Noor menyebut, untuk penghargaan yang sedianya harus diserahkan Presiden SBY sebanyak 46 orang. Kemudian, kemudian, penghargaan dari Menteri sebanyak 150 orang. Sedangkan jumlah penerima penghargaan secara menyeluruh berjumlah kurang lebih 200 orang. “Ya, kami berharap dengan adanya dialog tele conference ini dapat mengobati apa yang selama ini diharapkan para petani dan nelayan, yakni agar Bapak Presiden dapat bersama-sama berdialog dengan peserta PENAS KTNA,” jelasnya. Bukan hanya itu, adanya video tele conference, tidak membuat panitia kecewa lantaran tidak hadirnya Presiden SBY ke Kaltim untuk menghadiri puncak pelaksanaan PENAS KTNA 2011. “Kami menilai adanya video tele conference ini sudah memberikan bukti bahwa bapak Presiden SBY memperhatikan kondisi para petani dan nelayan di Indonesia. Mudah-mudahan hal ini akan menjadi motivasi dan masukan bagi para petani serta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para petani dan nelayan di Indonesia,” pungkasnya.(mar/adv)
|