Peran TPL Tentukan Keberhasilan Pembangunan Pertanian2011-06-23 06:39:27
TENGGARONG, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Ato Suprapto saat membuka Temu Teknis Kepala Kelembagaan Penyuluhan se Indonesia di Gedung PKM Tenggarong Seberang Selasa (21/6) lalu menbgatakan, peran Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) menentukan keberhasilan pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang berkelanjutan. Karena itu, kelembagaan penyuluhan keberadaannya sangat penting untuk mengakselerasikan kegiatan pembangunan, dengan melakukan pembinaan dan pengawasan dibidang ketenagaan dan pemberdayaan kelembagaan sesuai Undang-Undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K). Temu teknis yang berlangsung sehari ini diikuti selain Petugas TPL sebagai anggota Kontingen Penas KTNA juga ada Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan serta Kehutanan. Turut hadir sebagai peserta para Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan se Indonesia, Pengurus Gabungan Kelompok Tani dan Koordinator Penyuluh kabupaten/kota se Indonesia. Dalam T2K2P ditampilkan 3 pembicara yaitu Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Herman Suherman, kemudian Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Dr Ali dan Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Dr Momon Rusmono PhD. Dalam kesempatan itu dipaparakan makalah Evaluasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Penyuluhan yang terjadi di berbagai daerah, diantaranya dari Sragen Jawa Tengah, Ceribon Jawa Barat dan Timor Tengah Utara di Provinsi NTT. Ato Suprapto menambahkan, tantangan kedepan yang di hadapi pemerintah dalam pembangunan pertanian, adalah mempertahankan swasembada berkelanjutan dan berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk mewujudkannya, Kementerian Pertanian menetapkan Visi yaitu “Mewujudkan Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan, Nilai Tambah, Ekspor dan Kesejahteraan Petani”. Visi tersebut diimplementasikan melalui program empat sukses pembangunan pertanian. Pertama, pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, sukses kedua adalah peningkatan diversifikasi pangan, sukses ketiga peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor dan sukses keempat adalah peningkatan kesejahteraan petani. (adv)
|