Peserta Penas Dialog dengan PresidenDipandu Mentan melalui Video Conference
2011-06-23 06:45:04
TENGGARONG, Ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak Penas KTNA XIII Kaltim di Tenggarong Kutai Kartanegara sedikit terobati dengan digelarnya dialog langsung peserta Penas dengan Presiden sekalipun hanya melalui video conference. Video conference yang berlangsung di Gedung Bela Diri komplek GOR Aji Umbut Tenggarong Seberang, Rabu (22/6) dihadiri Menteri Pertanian Suswono, Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Ketua KTNA Winarno Tohir, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Bupati Kukar Rita Widyasari, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI serta ribuan peserta Penas terdiri dari gubernur dan bupati/walikota serta petani nelayan se-Indonesia. Dialog petani nelayan dengan Presiden dipandu Menteri Pertanian Suswono dimana ada beberapa peserta Penas yang mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi petani nelayan Indonesia. Namun sebelumnya dialog, Presiden terlebih dahulu mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan Penas KTNA di Kaltim khususnya tuan rumah Kabupaten Kutai Kartanegara. "Dalam dialog ini saya didampingi pejabat pemerintah untuk bersama-sama memikirkan masa depan pertanian di Indonesia untuk meningkatkan dan mensejahterakan rakyat," kata Presiden dari Istana Negara Jakarta. Mengenai ketidakhadiran dirinya di Tenggarong, Presiden mengatakan sebenarnya dirinya rindu dan ingin ke Kaltim Kutai Kartanegara untuk menemui para peserta Penas petani-nelayan. Apalagi dirinya mengaku berasal dari daerah nelayan. "Namun tugas negara ke luar negeri membicarakan masalah pekerja maupun buruh di negeri kita. Dan jadwalnya sangat padat sehingga tidak bisa hadir langsung di Kutai Kartanegara tempat puncak kegiatan Penas berlangsung," terang Presiden. Namun demikian, dirinya berterimakasih masih bisa berdialog langsung melalui vidio conference untuk bersama-sama membicarakan masa depan pertanian dan kesejahteraan. Presiden mengaku senang dengan Kontak Tani Nelayan dan tidak pernah mendengar organisasi ini masuk politik praktis. "Biarkan KTNA menjadi wadah perjuangan dan peningkatan kesejahteraan pertanian," kata Presiden. Setelah memberikan arahan singkatnya, SBY mempersilahkan Mentan Suswono untuk memandu dialog. Dalam dialog itu, banyak aspirasi yang disampaikan petani nelayan kepada Presiden, diantaranya mengenai permasalahan sulitnya urusan yang berkaitan dengan kredit usaha tani dari Perbankan, sehingga petani nelayan minta adanya bank tani, yang secara khusus melayani permodalan petani nelayan. Hal lain yang juga disampaikan adalah mengenai harga produk pertanian yang kadang anjlok, namun saat harga melambung, pemerintah melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga. Padahal menurut petani, lonjakan harga tersebut adalah kesempatan petani. Mengenai hal ini, Presiden mengatakan pemerintah tidak berwenang dalam urusan harga, karena itu merupakan permainannya pedagang. Namun Presiden minta agar usaha pertanian tidak hanya menguntungkan pengusaha tapi juga harus menguntungkan petani. Sedangkan soal bank tani, Presiden mengatakan sudah ada bank daerah yang menjadi rekanan bagi petani. Tapi usulan agar diadakan bank tani, Presiden mengatakan akan menampung dan coba mengkaji nya. (adv)
|