PPKRI Nilai Nunukan Akan BerkembangBupati dan Sekda Harus Sinergi
2011-06-24 05:05:51
BALIKPAPAN,Banyak hal yang harus dibenahi agar Kalimantan Timur lebih maju dan berkembang, terutama pembangunan daerah perbatasannya. Dari perjalanan jurnalistik yang digagas Perintis Perjuangan Kemerd Republik Indonesia (PPKRI) Korwil IV Kalimantan ke perbatasan Kalimantan Timur, organisasi ini melihat, kepemimipinan yang memiliki visi jelas dan semangat membangunlah yang mampu membawa pemerintahan daerah setempat bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya di Kaltim, seperti Samarinda atau Balikpapan. Kepemimpinan yang baik, bersih dan bebas korupsi merupakan salah satu kunci agar daerah perbatasan bisa maju dan berkembang. Banyaknya proyek-proyek yang jauh dari pengawasan dan pematauan, kiranya menjadi contoh prilaku yang masih menghambat daerah perbatasan dari kata maju. Hal ini diungkapkan Ketua PPKRI Korwil IV Kalimantan H Andi Agoes selama memantau pembangunan di Tarakan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Bulungan saat perjalanan jurnalistik tersebut. Di Nunukan, rombongan PPKRI ditemui Sekda Zainuddin HS. Sebagai pemimpin birokrasi tertinggi di daerah perbatasan dengan Malaysia ini, ia mengungkapkan beberapa harga bahan pokok dan bangunan menjadi mahal. Sehingga ada beberapa opsi yang diharapkan pada pemerintah pusat dengan otonomi daerah, agar pemerintah Nunukan dan membuat kerjasama langsung dengan Malaysia. “Banyak daerah kami yang sulit dijangkau melalui darat, sedangkan penerbangan juga sulit. Bahan-bahan kebutuhan masyarakat menjadi mahal, sehingga kami pernah meminta pada pemerintah pusat agar Nunukan dapat langsung menjalin kerjasama dengan Negara tetangga guna membantu masyarakat diperbatasan,” ungkap Zainuddin. Selain itu, Zainuddin merasa bertrimakasih dengan kontrol sosial yang telah dilakukan oleh PPKRI selama ini terkait pembangunan dan jalannya pemerintahan di Nunukan. Dengan kepemimpinan Nunukan yang baru Drs Basri-Hj Asmah Gani, Ketua PPKRI Andi Agoes merasa yakin akan ada perubahan besar di daerah Nunukan. Kedua pemimpin ini dinilai sebagai aspirasi masyarakat besar di Nunukan untuk membenahi daerah lebih baik. Selain itu lanjut Andi Agoes, bupati-wakil bupati sebagai jabatan politis dan Sekda harus saling mengisi mengatasi masalah di Nunukan. Banyaknya pekerjaan rumah yang masih tertinggal dan menjadi beban kepemimpinan saat ini jangan ditambah lagi. “Yang penting harus sinergi bupati-wakil dan sekda dalam menjalankan pemerintahan Nunukan. Jangan ada kepentingan lain selain hanya untuk kesejahterahan masyarakat,”ujar Andi Agoes. Sebagai kepedulian pada Nunukan, Andi Agoes kembali mengingatkan pada pembangunan yang harus sejalan dengan keinginan masyarakat bukan kebutuhan pejabat. Kerusakan lingkungan akibat perambahan KBK dan mengakibatkan kerugian negara, jangan sampai terulang kembali diingatkannya. Proyek-proyek fiktif yang dilakukan pejabat dan minimnya kinerja PNS harus menjadi perhatian serius bagi pemimpin saat ini. (Nang)
|