KNPI Berau Akan Betuk Tim InvestigasiTelusuri Soal Utang Piutang, Aset dan Dana OKP
2011-06-24 05:13:31
TANJUNG REDEB, Adanya persoalan internal KNPI di pusat sejak sekitar dua tahun lalu, ternyata berdampak negatif terhadap KNPI yang ada di Berau, dari soal barang – barang inventaris, soal utang piutang, hingga soal aliran dana OKP yang tak sampai ke pengurus. Karena itu Ketua KNPI Berau H Hatta Basrie segera menyelesaikan masalah tersebut, dengan cara membentuk tim investigasi. Suka tidak suka memang harus diakui, sejak adanya persoalan di pusat, karena ada dua kepemimpinan versi Ancol dan Bali. Konggres versi Ancol dilaksanakan pada Tanggal 25-28 oktober 2008, dibawah pimpinan Achmad Dolly Kurnia. Dan konggres KNPI versi Bali Tangal 2-5 November 2008, dibawah pimpinan Ajis Syamsudin. Imbasnya ke daerah disinyalir juga terjadi perpecahan. Ada sebagaian yang mengikuti fersi Ancol, ada juga yang mengkuti versi Bali. Sehingga masing – masing kubu berjalan. Namun, secara hukum versi Ancol akhirnya dinilai sah menurut hukum, setelah adanya keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Tanggal 23 Desember Tahun 2009 lalu. Maka pada Kamis (16/6) kemarin KNPI versi Ancol melakukan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Berau. Agenda pemilihan ketua KNPI itu pun dihadiri Bupati Berau H Makmur HAPK, Wakil Bupati H Akhmad Rifai beserta pejabat lainnya. Pemilihan secara aklamasi itu pun, akhirnya H Hatta Basrie S.Sos terpilih menjadi ketua. Kepada Poskota Kaltim Hatta mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini dia beserta jajarannya segera membentuk tim investigasi, untuk menelusuri aset – aset milik KNPI yang disinyalir sebagian kurang jelas keberadaannya. “Kita akan lakukan pendataan dulu, barang apa saja yang dimiliki KNPI. Setelah itu kita akan telusuri aset – aset yang tidak ada, kemana keberadaan,” ungkapnya. Selain itu, dirinya juga merasa kaget setelah menerima tagihan pinjaman dan hutang dari beberapa orang, yang nilainya hingga puluhan juta rupiah. Sontak dia kaget, karena selama ini dirinya tidak pernah mengunakan uang itu. “Jujur saya kaget setelah menerima tagihan itu. Tapi nanti kami akan meminta pertanggung jawaban kepada pengurus DPD KNPI sebelum nya,” tukasnya. Sebab lanjut Hatta, bagaimana pun juga pengurus lama harus bertanggung jawab terhadap hutang – hutang itu, untuk apa saja dan dikemanakan dana itu. Hatta yang juga Ketua GP Ansor Kabupaten Berau ini menambahkan, selain dua persoalan tersebut, tim investigasi ini juga akan melakukan penelusuran soal bantuan dana kepada OKP yang sebagian besar tidak sampai kepada pengurus. Menurut dia, ini adalah tindak lanjut informasi yang diterima dari pengurus OKP – OKP yang dibawah naungan KNPI. Yang mana dana yang seharus diserahkan ke OKP, tetapi tidak diserahkan. “ Nah, ini yang akan kita telusuri, dan kami minta pertanggung jawaban pengurus sebelumnya,” imbuhnya lagi. Ini lah tugas pokok paling utama yang ia akan jalan kan, untuk menata ulang organisasi yang dipimpinnya. Sebab, kata dia, semua yang ia lakukan ini semata – mata untuk pencitraan KNPI sekarang dan dimasa yang akan datang. roz
|