Teror "BOM" di Arena Penas KTNA2011-06-24 05:32:35
SAMARINDA,Penyelenggaraan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas-KTNA) di Stadion Aji Imbut Kutai Kartanegara ternoda. Sebuah kotak kecil yang diduga bom Rakitan diletakan orang tidak bertanggung jawab di halaman Parkir Stadion. Bungkusan kecil yang setelah diledakan ternyata berisi enam biji baterai ABC besar yang dilakban hitam, kemudian terdapat kabel warna merah kecil dililit disekitaran lakban sehingga menyerupai rangkaian bom asli. Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah saat ditemui diruangannya kamis (23/6) kemarin mengaku bersyukur bahwa benda mencurigakan yang awalnya diduga BOM itu ternyata bukan bom sungguhan. "Beruntung ini bukan BOM sungguhan, namun kita tetap harus waspada karena mungkin saja ada orang-orang yang sengaja memanfaatkan momen nasional ini untuk membuat panik warga Kutai Kartanegara dengan cara ini," kata Fadjar. Fadjar mengatakan bahwa bom itu ditemukan sekitar pukul 11.25 wita oleh anggota polisi yang bertugas disekitar Stadion Aji Imbut usai penutupan Penas. Setelah ditemukan, tim penjinak bom (jibom) gegana Brimob Polda Kaltim yang kebetulan ikut mengamankan penutupan penas langsung bergerak mengamankan bom tersebut. Bom itu langsung dimasukkan kedalam tong berwarna merah, kemudian dibawa ke parkiran Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang untuk menghindari masyarakat yang banyak diTKP Penemuan. Dengan menggunakan Pakaiaan standar Jibom barang aneh yang mencurigakan itu kemudian diledakan di halaman parkir Putri KaranG Melenung. Setelah diledakan ternyata Petugas tidak menemuka adanya unsur bahan peledak didalam bungkusan yang ditemukan petugas itu. "Setelah diurai dengan cara diledakan ternyata kotak asing itu berisi enam biji baterai ABC besar yang dilakban hitam kemudian terdapat kabel warna merah kecil dililit disekitaran lakban sehingga menyerupai rangkaian bom asli,” kata Fajar. Dengan adanya kejadian ini lanjut Kapolres diimbau kepada masyarakat yang melihat atau menemukan benda yang mencurigakan segera hubungi pihak kepolisian, karena untuk menanganinya ada prosedur sendiri. Itu karena, polisi yang ahli saja tidak sembarangan melakukannya. Jadi, masyarakat diharap waspada. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...