Depo Pertamina Diharapkan Beroperasi2011-06-27 23:54:49
TANJUNG REDEB, Anggota Komisi III DPRD Berau, Burhanuddin berharap besar Depo Pertamina Samaburakat, Kecamatan Gunung Tabur dapat segera beroperasi agar masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat diatasi. “Ini menurut pengamatan saya, dua faktor memicu antrean panjang,” ungkapnya. Akibat itu warga pedalaman dan pesisir seperti Talisayan merasakan kesulitan memperoleh BBM jenis premium dan solar. Kalau pun ada, harga premium dan solar sangat mahal. Menurut legislator ini kondisi tersebut sangat menyakitkan kalangan masyarakat atas maupun menengah serta bawah.“ Pokoknya semua masyarakat Talisayan sekarang ini nasibnya benar – benar memprihatinkan. Karena sampai detik ini tidak ada BBM di Talisayan,” ungkapnya. Sementara itu jika ada premium di tingkat pengecer harganya antara Rp 15 hingga Rp 18 per botol. Sedang jenis solar per liter Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu . Harga BBM itu mahal karena pengecer membeli ke Tanjung Redeb. Pemicu kemmahalan harga BBM diantaranya keterlambatan pihak pengelola APMS mengambil jatah BBM di Pertamina Tarakan. Alasan pengelola kapal yang biasa digunakan mengambil BBM tersebut rusak. Karena itu ia mengimbau kepada dinas instansi terkait agar segera turun ke lapangan, memberikan sanksiteguran kepada pemilik APMS. Jika merasa tak sanggup melayani masyarakat, ia meminta izin AMPS dicabut dan doiserahkan ke ke AMPS lain. Oleh sebab itu, dengan beroperasinya Depo Pertamina yang ada di Samburakat, dirinya optimis Berau tak akan lagi mengalami kelangkaan BBM. “Namun dengan catatan pengawasan harus tetap lebih intensif, agar pendistribusian BBM itu jelas,“ pungkasnya. roz
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...