Erau 2011 Libatkan 3 Kota dan 4 KabupatenFokus Pada Refleksi Budaya Kutai
2011-06-27 00:17:20
TENGGARONG,Sekretretaris Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang juga Ketua Umum Erau, Haryanto Bachroel mengatakan, Erau 2011 yang kali ini bertajuk Erau Tempong Tawar di Tanah Kutai tidak berbeda dengan Erau tahun sebelumnya, yakni akan melibatkan 3 koita dan 4 kabupaten yang dulunya masuk dalam wilayah pemerintahan Kesultanan Kutai. "Pelaksanaan Erau 2011 tidak jauh berbeda dengan Erau 2010 lalu. Yaitu tetap melibatkan kabupaten/kota dalam wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara tempo dulu yang terdiri 3 kota dan 4 kabupaten,” kata Haryanto Bachroel saat meminpin rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan Erau 2011 di Sekretariat Erau Jam Bentong Tenggarong beberapa hari lalu. Dikatakan, wilayah pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura selain Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri juga menjangkau wilayah Kabupaten Penajem Paser Utara (PPU), Kota Balikpapan dan Samarinda. Kemudian Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur hingga ke pedalaman Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat. Ditambahkan Haryanto Bachroel, pelaksanaan Erau Tempong Tawar Tanah Kutai 2011 merupakan salah satu event budaya sekaligus masuk kalender pariwisata nasional yang sudah diakui pemerintah dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Sehingga Erau kali ini mendapat dukungan secara nasional termasuk dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Disamping itu, lanjutnya, pelaksanaan Erau 2011 merupakan bentuk penghargaan bagi masyarakat Kukar yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Penas KTNA XIII. "Sekaligus sebagai wujud nyata pemerintah melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada dan berkembang di dalam masyarakat wilayah dan di tanah historikal Kutai," terang Haryanti Bachroel. Sekalipun tidak jauh berbeda dengan Erau tahun sebelumnya, namun dikatakan Haryanto Bachroel ada sedikit perbedaan, dimana Erau kali ini lebih difokuskan pada pencitraan yang benar-benar merefleksikan budaya Kutai. Misalnya panitia inti yang selama Erau berlangsung harus memakai kostum bernuansa Kutai. Sementara untuk peserta terutama dalam kegiatan olahraga tradisional seperti Belogo, Begasing dan lainnya harus menggunakan pakaian adat khas Kutai. “Tidak boleh lagi mengenakan pakaian olahraga biasa apalagi hanya kaos oblong,” tegas Haryanto Bachrol. Haryanto Bachrole menambahkan, untuk Erau kali ini ada beberapa provinsi dan kabupaten lain di Kalimantan yang ingin berpartisipasi dalam Erau 2011 ini, diantaranya yang sudah berkomitmen adalah Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan. Rencananya, mereka akan menggelar kesenian tradisonal khas etnis Banjar yaitu Mamanda setiap malam selama Erau berlangsung. Rapat koordinasi panitia Erau 2011 dihadiri semua jajaran pantia pelaksana inti yang terdiri dari para Asisten di lingkungan Kantor Bupati selaku Ketua Harian dan para Wakil Ketua sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku koordinator pelaksana pada bidang-bidang dalam kepengurusan panitia Erau. yd
|