Perbaikan Proyek Masih Terus Dilakukan2011-06-28 07:26:52
TANJUNG REDEB, Setelah lewat 2 minggu yang dijanjikan, tim pengkaji yang disebutkan akan menyelesaikan penelitian penyebab rebahnya sebagian dinding turap Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk Bayur, namun hingga kini ternyata belum selesai. Hal itu terungkap saat media ini menemui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Heru Yuliadi SE Senin (27/6). Menurut Heru, yang dilakukan itu tidak mudah. Tengah dilakukan tes ulang sebagai langkah lanjutan untuk perbaikan pekerjaan. Terdapat berbagai material keras didasar bor yang kadang menghambat. “Tapi yang jelas pekerja masih tetap bergerak di lapangan, sementara ini dilakukan boring dasar untuk tes ulang kedalaman sondir pancangan nanti,” ujar Heru. Hal lain disampaiakannya bahwa apa yang telah dirancanakan tersebut sejak awal memang sudah benar, demikian pula dengan pekerjaan kontraktor menurutnya sudah sesuai dengan apa yang digarikan oleh konsultan perencana. “Namun hal seperti ini memang diluar jangkauan, makanya sampai saat ini penyebab it uterus dikaji,” lanjut PNS yang menjabat sebagai Kasi Pemeliharaan Sungai dan Rawa di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ini. Hasil sementara tes lanjutan di zona kritis itu dijelaskan, terdapat hasil mengejutkan. Dimana kedalaman sondir pancangan yang sebelumnya berdasarkan uji sample sebelum pekerjaan hanya sedalam antara 12 hingga 16 meter ternyata kedalaman sesungguhnya mencapai 27 meter. Ditambah dengan pancangan yang timbul untuk sejajar dengan badan jalan total 30,5 meter. Ditanya hasi uji sample awal dan lanjutan tersebut tidak sama, dan menyebabkan rebahnya sebagian dinding turap, Heru menjelaskan, saat uji sample awal, dari panjang kurang lebih 700 meter untuk persiapan penurapan uji sample diambil di 4 titik. Sementara zona krisis yang dimaksud lepas uji. Dengan demikian dipastikan panjang turap yang sebelumnya 305 meter akan berkurang setelah perhitungan sondir lanjutan tersebut. “Sebab kontraknya kan berdasarkan kilogram material bukan pajang,” jelas Heru lagi. Hasil pantauan di lapangan, pekerjaan terus dilakukan mengejar target penyelesaian yang saat ini masuk perpajangan waktu (addendum) kedua. Kondisi badan jalan yang sebelumnya ikut longsor kini kian parah, namun tetap ditegaskan pihak kontraktor akan menjadi tanggung jawab pelaksana untuk memperbaikinya. as
|