Pemkot Diminta Benahi Infrastruktur Jalan2011-06-28 07:31:35
SAMARINDA, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, H Budiansyah, mengatakan wilayah Kota Samarinda saat ini tengah mengalami masalah utama yakni infrastruktur jalan yang sangat tidak mendukung. Pemkot diminta segera melakukan perbaikan demi kelancaran dan kenyamanan masyarakat "Kota Tepian". "Pemkot harus mampu mengatasi persoalan yang dihadapi kota Samarinda. Yakni infrastruktur jalan, yang semakin sulit diatasi. Tak hanya itu, pengendalian banjir serta kemacetan yang juga kian memprihatinkan," kata Budiansyah, Senin (27/6) kemarin. Politisi partai Golkar ini mengatakan masalah infrastruktur jalan ini yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat tiap tahunnya seolah menjadi persoalan yang tak pernah selesai. Rasa keprihatinan Budiansyah, semakin dalam saat melihat beberapa ruas jalan yang ditanami pohon pisang dan bermacam tulisan sebagai bentuk protes warga atas kondisi jalan yang rusak. "Paling banyak infrastruktur badan jalannya yang rusak, bahkan tidak sedikit yang ditanami pohon pisang ditengah-tengah lubang. Pihak berwenang seolah menutup mata tanpa memberikan sebuah jawaban solusi yang menjanjikan," kata Budi. Menurut dia, jumlah kendaraan tiap hari selalu bertambah. Jika kondisi jalan tak diperbaiki dia khawatir akan menambah pula jumlah kecelakaan di jalan. Artinya, kemacetan tidak saja diakibatkan oleh badan jalan yang memadai, tapi juga kondisi jalan yang rusak. "Sedikitnya tiga ribu kendaraan baru tiap harinya ikut adil menambah kemacetan Samarinda. Hal ini harus segera mendapat perhatian pemerintah setempat guna mencari solusi pemecahan masalah," kata dia. Dia berharap Pemkot melalui instansi terkait dapat menjadikan persoalan tersebut menjadi skala prioritas yang harus segera diatasi. Kalau tidak dia khawatir akan berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah. "Paling tidak mulai 2011 hingga beberapa tahun kedepan, ketiga permasalahan klasik tersebut perlu menjadi skala prerioritas anggaran APBD Kota Samarinda. Apabila hal tersebut dilaksanakan maka dalam kurun waktu tiga tahun kedepan kota tepian akan dapat melepaskan diri dari masalah yang menjadi momok itu," pintanya. Dia juga mengatakan, akan ada pola pengawasan yang ketat terhadap sistem angkutan barang agar tak melebihi kapasitas. "Harus diperketat pengawasan dan ketegasan dari aparat terhadap pengguna jalan," katanya dengan tegasnya. aon
|