RSKD Atma Husada Klinik PTRM di Kaltim

2011-06-30  07:08:55

SAMARINDA, Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, menegaskan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda ditetapkan Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai klinik Program Rumatan Terapi Metadon (PTRM) bagi pecandu narkoba sumtik (penasun) di Kaltim.
“Pelayanan PTRM untuk tahap pertama akan dibuka di RSKD Atma Husada Mahakam dan saat ini beberapa persyaratan yang diminta kementerian Kesehatan sudah kita penuhi, sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi klinik tersebut akan dapat berjalan,” ujar Farid Wadjdy, saat membuka Sosialisasi Program Harm Reduction Bagi Instansi/Institusi Terkait Pemprov Kaltim di Ruang Tepian II baru-baru ini.
Menurutnya, perlindungan bagi penasun sebagai korban sekaligus pasien diberikan kriteria dan tahapan lebih lanjut diberikan pelayanan dilakukan pemerintah melalui layanan terapi dan rehabilitasi, serta diperlukan fasilitas yang cukup.
Selain itu, katanya, program Layanan Jarum Suntik Steril (LJSS) rencananya juga akan diadakan di beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan klinik yang mempunyai kegiatan penjangkauan kepada populasi tersebut, diantaranya klinik yang dimiliki Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Laras dan Klinik Rehabilatasi Narkoba Juata Tarakan.
Ditambahkannya, jumlah penasun semakin hari semakin bertambah dan berdasarkan data yang diperoleh pada  2009 jumlahnya diperkirakan mencapai 9.530 orang dan sebanyak 3.730 orang menjadi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Sesuai data di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie yang sudah membuka klinik Konseling dan Testing Sukarela mulai 2005 telah menemukan sebanyak 269 kasus HIV positif.
Dari data tersebut pecandu narkoba suntik (penasun) menempati persentasi tertinggi, yakni sebesar 27,4 persen atau lebih besar dari pria pelanggan seksual yang hanya 24,2 persen maupun hubungan seksual vaginal 7,55 persen.
“Berarti faktor resiko HIV/AIDS sudah mengalami perubahan, yaitu apabila sebelumnya lebih banyak pada wanita penjaja seks (WPS)  yang ada di lokalisasi, namun sekarang lebih banyak pada pengguna narkoba terutama Narkoba suntik,” timpalnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim Yurnanto mengatakan berdasar pada Strategi dan Rencana Aksi Nasional Tahun 2010-2014 upaya yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui Program Pengurangan dampak Buruk Penggunaan Napza Suntik.
“Penyebaran HIV/AIDS melalui pertukaran jarum suntik pada penasun memerlukan upaya penanggulangan yang lebih intensif, komprehensif, terpadu, terintegrasi ke dalam layanan sistem kesehatan masyarakat yang dilaksanakan secara terkoordinasi. Untuk itu KPA Provinsi perlu mengadakan sosialisasi pada semua instansi terkait tentang rencana program tersebut,” pungkasnya.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...