Ritual Pembuka Erau 2011 DimulaiDiawali Beluluh Sultan, Menjamu Benua dan Dirikan Tiang Ayu
2011-06-30 07:11:36
TENGGARONG, Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Erau diawali dengan upacara sakral oleh kerabat Keraton Kesultanan Kutai dengan melaksankan ritual Beluluh Sultan, Menjamu (Pelas) Benua serta mendidikan Tiang Ayu. Kemarin (Rabu 29/6), tiga ritual tersebut sudah dilaksanakan, yakni Beluluh Sultan tahap pertama di Kedaton, kemudian dilanjutkan ritual Menjamu Benua serta ritual Mendirikan Tiang Ayu. Dilaksanakannya tiga ritual tersebut menandakan Erau Tepong Tawar di Tanah Kutai 2011 siap dilaksanakan. Ketua Seksi Upacara Kerabat Kesultanan Kutai, H Awang M Saidar mengatakan, upacara adat Beluluh merupakan salah satu dari beberapa ritual Kesultanan Kutai yang memiliki kesakralan dan nilai ritualitas yang tinggi, yang dianggap penting karena menjadi media memohon kepada Tuhan YME agar Sultan siap lahir dan batin menghadapi pekerjaan besar seperti Erau. Beluluh sebagai sarana permohonan agar Erau dapat berlangsung meriah namun tertib dan aman serta terhindar bencana maupun malapetaka. Upacara Beluluh Hari I akan dilanjutkan setelah Erau dibuka hingga Erau Berakhir. Sedang ritual Menjamu Benua adalah rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dari upacara Beluluh. Menjamu Benua adalah sarana komunikasi dan informasi Sultan melalui perantara Dewa untuk memberitahukan mahluk halus penghuni alam raya di Tanah Kutai. Yang intinya bahwa Sultan akan melaksanakan Erau. Sementara Koordinator Seksi Upacara Sakral Kesultanan Kutai, Awang Imaluddin menambahkan, upacara adat Menjamu Benua dilakukan dalam tiga lokasi berbeda yaitu diawali di Kepala Benua, kemudian di Buntut Benua dan terakhir di Tengah Benua. Untuk simbolisasi ke tiga tempat upacara Menjamu Benua ini dilakukan di dalam kota Tenggarong. Dimana Kepala Benua berada di lokasi Tanah Merah Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Sedang Buntut Benua di lakukan di depan kantor bupati dan Tengah Benua di kawasan dermaga depan Museum Mulawarman Tenggarong. Dalam upacara Menjamu Benua ditiga titik yang dianggap sebagai simpul benua itu sebelumnya sudah dipasangi sarana upacara seperti tempat menaruh sesaji. Dalam prosesi upacara Menjamu Benua, para Dewa (Belian) dibantu sejumlah Dewi (dukun wanita) menyampaikan sejumlah mantra berikut pesan bahwa Sultan akan melaksanakan Erau. Prosesi yang sama juga dilakukan di Buntut dan Tengah Benua. Usai melaksanakan upacara Menjamu Benua Dewa dan Dewi serta para Belian menemui Sultan di Kedaton untuk melaporkan bahwa tugas yang diembannya yanitu upacara ritual Menjamu Benua sudah selesai dilakukan. “Tentunya dalam laporan itu disampaikan pula bahwa segenap mahluk gaib penjaga benua siap mengamankan jalannya Erau,” katanya. Usai Menjamu Benua dilanjutkan Upacara Merangin dilakukan pada malam hari selama tiga malam oleh para Dewa. Puncaknya adalah Upacara Mendirikan Tiang Ayu dipimpin Sultan sebagai tanda Erau bisa dimulai. Untuk diketahui, Erau Tempong Tawar di Tanah Kutai 2011 secara umum akan dimulai pada 3 Juli 2011 dan akan diikuti seluruh masyarakat yang mewakili 18 kecamatan di wilayah Kukar serta beberapa kerabat kesultanan dari kabupaten dan kota yang berada di sekitar wilayah Kesultanan Kutai. yd
|