KONI Kabupaten Tapin Belajar ke KONI Kukar2011-06-30 07:27:15
TENGGARONG, Keberhasilan KONI Kabupaten Kutai Kartanegara mempertahankan predikat Juara Umum Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) Kalimantan Timur untuk ke-tiga kalinya hingga Desember 2010 yang lalu, mendapatkan respon positif dari berbagai kepengurusan KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) dari kabupaten lainnya. Hal itu dibuktikan dengan adanya kunjungan study banding dari pengurus KONI Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/6) lalu. Kedatangan pengurus KONI Kabupaten Tapin dipimpin Sekretaris Umum, Fadillah beserta sejumlah pengurus harian lainnya itu langsung ditemui Ketua KONI Kabupaten Kutai Kartanegara, Abdul Rasyid, di Kantor Sekretariat KONI Kutai Kartanegara. Banyak hal yang diperbincangkan, diantaranya yang disampaikan oleh Fadillah seputar ingin belajar prestasi gemilang sejumlah cabang olah raga yang dibawah naungan KONI Kutai Kartanegara yang terdiri dari 42 Cabang Olahraga. Khususnya ingin mempelajari strategi mempertahankan predikat Juara Umum Porprov Kaltim untuk ketigakalinya. Karena menurut Fadillah mempertahankan prestasi Juara itu sulit daripada merebut Juara. Menyikapi hal itu dipaparkan oleh Abdul Rasyid selaku Ketua KONI Kutai Kartanegara, memang untuk prestasi menjadi Juara Umum Porprov Kaltim ketigakalinya, bukanlah hal yang mudah. Namun memerlukan sejumlah persiapan, diantaranya Cabor-Cabor yang ada melalui atlet-atlet binaannya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri mulai dari Trainning Center (TC), hingga persiapan menuju Desentralisasi atlit selama dua bulan di Sport Hall, Perjiwa Tenggarong Seberang melalui Prakarsa KONI Kutai Kartanegara. Dan hasilnya Kontingan Kutai Kartanegara berhasil merebut Juara Umum Porprov Kaltim di Kota Bontang belum lama ini. Bahkan disampaikan Abdul Rasyid, untuk atlit yang mewakili Kutai Kartanegara sendiri merupakan atlet lokal. Karena sudah menjadi programnya untuk Porprov tidak menggunakan atlet mutasi dari luar daerah. “Kami sudah cut, untuk atlet mutasi luar daerah. Jadi tidak ada membayar atlet, karena benar-benar atlet Kutai Kartanegara sendiri,” kata Abdul Rasyid. Perbincanganpun semakin melebar, hingga menanyakan tentang keberhasilan Mitra Kukar menembus Liga Super Indonesia, hal itupun dicontoh program pembinaannya. Terkait hal itu, Abdul Rasyid mensyukuri atas keberhasilan Mitra Kukar nantinya maju dikancah persepakbolaan nasional. Dimana hal itu memang ditunggu-tunggu masyarakat pecinta olah raga sepak bola Kutai Kartanegara. Terkait masalah anggaran dan lain sebagainya semuanya disampaikan sesuai dengan ketantuan yang berlaku. dp
|