Solar Kian sulit

2011-06-30  07:33:45

SAMARINDA, Antrean panjang pembeli solar kembali terlihat di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum di Samarinda dan Balikpapan.
Di 5 SPBU di Kota Samarinda dan Balikpapan, antrean kendaraan terlihat didepan SPBU. Bahkan di SPBU KM 19 Jl Soekarno Hatta KM 19 Samarinda-Balikpapan sejumlah kendaraan memanfaatkan lahan kosong didepan SPBU untuk mengantri. Begitu juga di SPBU KM 38 dan 15 Balikpapan- Samarinda.
Beberapa petugas SPBU yang ditanya mengenai kekosongan Solar di PBU nya enggan berkomentar. "Tanya sama Pertaminan mas," kata salah seorang petugas SPBU di KM 38 yang enggan namanya dipublikasikan.
Menurut dia, pihaknya hanya sebagai operator saja. "Semua informasi silahkan tanya ke Pertamina," ujar dia.
Ditanya pasokan Premium, petugas itu mengaku masih ada hanya saja jumlahnya juga masih terbatas. "Kalau Premium masih ada aja namun kadang-kala juga kehabisan," katanya.
Sementara itu Arbainm pengemudi truk angkutan barang mengaku terpaksa menunggu didepan SPBU jika ingin mendapatkan Solar.
"Kita harus nekad menunggu didepan SPBU kalau mau kebagian solar karena hampir seluruh SPBU tidak punya solar. Harus cepat-cepat masuk kalau mau dapat solar, artinya setelah usai mobil tangki bongkar kami langsung antri," kata Arbain.
Solar hanya tersedia hingga beberapa jam saja lanjut Arbain. Setelah itu harus menunggu besok.
Disinggung mengenai hilangnya Solar dari pasaran Arbain menduga bahwa para pengusaha juga menggunakan BBM jenis solar bersubsidi.
"Alasan saja pertamina mengatakan bahwa BBM solar sengaja dikurangi subsidinya karena banyak digunakan angkutan industri, seharusnya pertamina sudah menggunakan jasa aparat kepolisian untuk membongkar perusahaan yang menggunakan bbm subsisi untuk operasionalnya," kata Arbain.
Selama ini lanjutnya semua angkutan tambang ikut mengantri di SPBU, namun hingga saat ini tidak pernah ada tindakan dari pertamina atau  pihak SPBU.
Kasian kita lanjut pengangkut sembako dari pelabuhan Semayang Balikpapan ini, kelangkaan solar membuat pendapatan mereka yang dihitung dari banyaknya muatan yang diangkut menjadi seret.
"Bagaimana kami bisa dapat rejeki jika hingga saat ini saja kami masih antri di SPBU KM 38," kata Arbain yang mengaku baru mengangkut sembako ke pasar segiri Samarinda.
"Yang pasti aparat dan pertamina harus tegas, kalau memang ada angkutan tambang yang mengisi di SPBU segera disita armadanya, sehingga BBM bersubsidi ini benar-benar untuk kami yang melayani warga masyarakat," tegasnya. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...