Mahasiswa Unmul Entaskan Buta Aksara di Sangasanga2011-07-04 05:19:55
TENGGARONG, Universitas Mulawarman Samarinda mengirimkan 10 orang mahasiswanya ke Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membantu pemerintah dalam memberantas buta aksara Baca Tulis dan berhitung (Calistung) yang dikemas dalam paket kuliah kerja nyata (KKN). Sebagai langkah awal rombongan mendapatkan penjelasan dari Penilik PAUD NI dan Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KH Dewantara Sangasanga Jumat (01/7), di Kantor PKBM Jalan Kawasan Sangasanga yang berhubungan dengan program PAUD NI, meliputi identifikasi warga belajar, metode pembelajaran Tematik. Penilik PAUD NI Bukhori menuturkan, ada lima penyebab tingginya tingkat buta aksara di Indonesia. Kelima penyebab tersebut adalah, tingginya angka putus Sekolah Dasar (SD), beratnya kondisi geografis Indonesia, munculnya penyandang buta aksara baru, pengaruh faktor sosiologis masyarakat, serta kembalinya seseorang menjadi penderita buta aksara. Upaya pemberantasan buta aksara saat ini, lanjutnya, dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Pemerintah tidak dapat jalan sendiri dalam pengentasan buta aksara. Karena itu, sangat tepat keterlibatan pihak Perguruan Tinggi dalam pemberantasan buta aksara. Pemberantasan buta aksara merupakan pekerjaan yang tidak mudah, namun juga tidak mustahil dilakukan. Pengalaman yang dilakukan di Kecamatan Sangasanga menunjukkan tingkat pemberantasan buta aksara tidak terlalu stabil, namun diharapkan dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang semakin baik. "Kuliah kerja nyata tematik seperti ini perlu diapresiasi karena tantangan yang dihadapi sudah jelas. KKN pemberantasan buta aksara tentu berbeda dengan KKN-KKN yang lain karena dalam KKN kali ini mahasiswa dituntut bisa mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi," katanya. Sementara itu ketua kelompok Patman BL Paembonan mengatakan, untuk KKN tematik pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) dengan mengambil tema “Pengentasan Masyarakat Buta Aksara” dan akan berlansung 1Juli sampai 25 Agustus 2011 dengan mengambil lokasi di Kelurahan Sangasanga Muara Kecamatan Sangasanga . Ia berharap, KKN Tematik Pemberantasan Buta Aksara dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang masih menyandang buta aksara dan kebanyakan dialami kaum perempuan, sebab setelah dapat membaca dan menulis maka mereka kemudian justru mampu meningkatkan ekonomi keluarga di kelurahan Sangasanga Muara. "Sasaran kami, satu mahasiswa minimal mengajar 20 anak, dan kami targetkan dalam waktu 35 hari anak-anak yang diajar bisa membaca dan menulis Alqur'an dengan baik dan benar," katanya. Mereka juga akan ditempatkan bersama-sama mahasiswa yang mengambil KKN tematik pemberantasan buta aksara. yd
|